Penderita corona (COVID-19) di Italia telah menembus angka 9 ribu orang. Hal ini tentunya membuat Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte melakukan lockdown di seluruh wilayah demi menghindari penyebaran virus.
- Nidya Putri
- Selasa, 10 Maret 2020 - 13:35 WIB
WowKeren - Penyebaran virus corona (COVID-19) makin hari makin cepat. Hingga Selasa (10/3), sudah ada total 114,431 kasus di seluruh dunia dengan Tiongkok menempati posisi pertama negara kasus corona terbanyak.
Sementara negara yang menempati posisi kedua terbanyak corona adalah Italia dengan total lebih dari 9 ribu kasus. Perdana Menteri (PM) Italia, Giuseppe Conte pun melakukan sejumlah langkah pencegahan penyebaran virus corona.
Untuk itu, PM Conte meminta seluruh warganya untuk 'tetap tinggal di rumah' dan melarang pertemuan publik, serta pertandingan sepakbola Serie A. Selain itu, PM Conte juga memperluas zona karantina ini ke seluruh wilayah Italia ini.
"Saya akan menandatangani sebuah dekrit yang bisa diringkas sebagai berikut: Saya tetap tinggal di rumah," ucap PM Conte saat mengumumkan langkah dramatis ini pada Senin (9/3). "Seluruh wilayah Italia akan menjadi zona yang dilindungi."
"Seluruh pergerakan di negara ini harus dihindari kecuali didasari oleh tiga situasi spesifik. Alasan pekerjaan, alasan kebutuhan atau alasan kesehatan," sambungnya. "Dilarang untuk berkumpul di dalam dan di luar bar yang terbuka untuk umum ... Kita tidak bisa membiarkan diri kita dalam kesempatan pertemuan, yang menjadi kesempatan untuk penularan. Percaya pada saya, ini tidak mudah, saya sungguh menyadari keseriusan langkah-langkah ini bagi seluruh negara tapi saya terpaksa campur tangan dalam cara yang lebih tegas."
Lebih lanjut, PM Conte bakal me-lockdown seluruh kota mulai Selasa (10/3) hingga 3 April mendatang. Kebijakan ini juga membuat seluruh sekolah dan universitas juga akan diliburkan hingga April mendatang.
"Keputusan yang tepat hari ini adalah tetap tinggal di dalam rumah," ujarnya. "Masa depan kita dan masa depan Italia ada di tangan kita. Tangan-tangan ini harus lebih bertanggung jawab hari ini dibandingkan sebelumnya."
Sebelumnya, Italia telah memberlakukan isolasi terhadap wilayah utara negara tersebut, tepatnya sekitar Milan dan Venice, yang menjadi pusat penyebaran wabah ini. Seluruh bioskop, teater dan museum di Lombardy ditutup untuk sementara, dengan restoran-restoran dibatasi jam operasionalnya.
(wk/nidy)