Bukan Cuma Pegawai Biasa, Gaji Pejabat Tinggi Disney Juga Dipotong Gara-Gara Corona
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Selain penutupan taman hiburan, Disney telah mengalami gangguan dalam proyek film, acara olahraga, dan acara TV. Diyakini bahwa mereka mengalami kerugian sekitar USD 500 juta pada bulan Maret ini.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) benar-benar memengaruhi banyak sektor industri. Bahkan wabah ini juga membuat sejumlah sektor lumpuh total, yang pada akhirnya berakibat pada kelangsungan nasib para pekerja.

Disney adalah salah satu raksasa perusahaan hiburan yang terkena imbas ekonomi akibat lockdown dan karantina COVID-19. Semua orang merasakannya dan banyak eksekutif puncak merelakan gaji mereka untuk dapat bertahan.


Bukan hanya sejumlah pegawai biasa, rupanya hal serupa juga dirasakan oleh para pejabat tinggi Walt Disney Pictures. Bahkan laporan terbaru menyebut bahwa para pejabat eksekutif puncak mereka akan menerima pemotongan gaji, sebagai efek dari wabah pandemi corona. Sedangkan pimpinan eksekutif Disney, Bob Iger, akan melepaskan sisa gajinya sepenuhnya.

Bob Iger baru saja mengundurkan diri sebagai CEO dan memperoleh penghasilan USD 47,5 juta atau sekitar Rp750 miliar pada tahun fiskal terakhir, sedikit mengalami penurunan dari angka USD 65,6 juta (sekitar Rp1 triliun) yang didapatkan olehnya pada tahun 2018.

Keputusan pemotongan gaji diumumkan setelah terungkap bahwa Disneyland dan Disney World akan tetap ditutup tanpa batas waktu. Dengan itu dikatakan, sepertinya mereka memiliki rencana untuk membuat semuanya bergerak lagi karena mereka melakukan reservasi untuk 1 Juni.

Sementara CEO baru Disney, Bob Chapek, akan menerima pemotongan gaji 50% selama masa ini. Gaji pokok Chapek sebagai CEO baru adalah USD 2,5 juta per bulan, meskipun demikian ia dilaporkan memiliki bonus target tahunan sebesar USD 7,5 juta.

Disebutkan bahwa Bob Chapek mengirimkan email pagi ini kepada karyawan tentang pemotongan gaji yang menyatakan, "Efektif 5 April, semua VP akan dikurangi gaji mereka sebesar 20 persen, SVPs sebesar 25 persen dan EVPs dan di atas oleh 30 persen," demikian dikutip dari Daily Mail pada Selasa (31/3).

Walt Disney memberi tahu para pemegang saham bahwa akan ada kesulitan di pertengahan Maret karena penyebaran virus corona. Selain penutupan taman hiburan, Disney telah mengalami gangguan dalam proyek film, acara olahraga, dan acara TV. Diyakini bahwa perusahaan telah mengalami kerugian sekitar USD 500 juta karena penutupan taman hiburan mereka pada bulan Maret ini.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts