Ada YG Entertainment, 5 Agensi Ini Disebut Hancurkan Grup Sendiri
Selebriti

Dalam Industri K-Pop terdapat banyak agensi yang menaungi grup dan penyanyi. Ada 5 perusahaan yang menurut netizen secara aktif merusak keberhasilan grup mereka.

WowKeren - Dalam Industri K-Pop terdapat banyak agensi yang menaungi grup dan penyanyi. Ada yang sepenuhnya mendukung idola mereka dan memungkinkan mereka untuk tumbuh. Namun ada perusahaan yang tindakannya secara aktif merusak keberhasilan grup mereka. Menurut netizen, ada lima agensi yang masuk ketegori kedua. Siapa saja?

MBK Entertainment selalu memiliki sejarah yang kurang bagus. Mereka disebut memperlakukan Turbo dengan buruk termasuk isu pemukulan dan anggota kelaparan. Ditambah lagi pertempuran hukum dengan T-ara membuat banyak penggemar menentang mereka. Penggemar DIA (II) saat ini kesal dengan perlakuan MBK terhadap grup. Kepergian Eunjin dan baru-baru ini Jenny dari grup membuat penggemar semakin kesal. DIA belum merilis musik baru sejak Maret 2019.


Berikutnya adalah TS Entertainment. B.A.P bersaing dengan EXO pada debutnya dalam hal popularitas tapi TS Entertainment telah mendorong grup hingga nyaris bubar. B.A.P berada pada kontrak yang sangat buruk yang bahkan tidak menjamin mereka upah minimum terlepas dari keberhasilan grup. Semua anggota kini telah meninggalkan perusahaan karena perlakuan buruk kepada mereka.

Pledis Entertainment benar-benar memancing kemarahan netizen karena salah urus grup mereka. Fans sangat kesal tentang bagaimana PRISTIN diperlakukan, mereka bisa dibilang grup terpanas yang debut pasca pembubaran IOI. Mereka memenangkan rookies wanita terbaik di Mnet Asian Music Awards 2017. Namun mereka mulai ditelantarkan sejak "We Like" yang dirilis pada Agustus 2017 dan subunit mereka PRISTIN V belum terlihat sejak satu-satunya single mereka , "Get it", keluar pada pertengahan 2018. Pledis tiba-tiba membubarkan PRISTIN pada Mei 2019, dan hampir semua anggota meninggalkan perusahaan pada saat itu.

NU'EST juga menjadi korban Pledis di mana mereka melewati fase yang sangat mirip dengan PRISTIN sebelum tampil di "Produce 101" memulai kembali karir mereka. Untungnya, sepertinya grup kembali ke jalurnya. Keputusan mereka untuk secara tidak sengaja menambahkan Kaeun ke After School meskipun tidak ada rencana bagi grup untuk membuat comeback terungkap selama penampilannya di "Produce 48". Berbicara tentang After School, Pledis belum mengkonfirmasi pembubaran mereka meskipun grup ini tidak memiliki comeback selama bertahun-tahun dan hanya Nana yang tersisa di perusahaan.

YG Entertainment tentu saja agensi paling sukses yang terus-menerus dikritik penggemar karena salah urus grup mereka. BLACKPINK (Black Pink) minim diskografi dan perlakuan kejam mereka terhadap CL dan 2NE1 adalah penyebab terbesar kekhawatiran para penggemar. Siklus pengumuman mereka yang terus menerus yang tidak pernah terpenuhi telah menarik kemarahan banyak orang. Banyak Blackjack juga tidak ingin 2NE1 untuk bubar dan masih mengharapkan reuni setelah apa yang terjadi pada 2NE1. Hanya Sandara Park yang tetap bertahan di bawah YG Entertainment, dengan CL yang paling akhir pergi pada November 2019.

Terakhir ada Chrome Entertainment, agensi di balik Crayon Pop. Crayon Pop adalah contoh klasik dari keajaiban satu malam dengan lagu mereka "Bar Bar Bar". Lagu itu sangat populer dengan mendapat label kesepakatan kerjasama dengan Sony. Lagu tersebut dibandingkan dengan "Gangnam Style" milik PSY karena seberapa viralnya. Alih-alih memanfaatkan kesuksesan lagu dengan rilis baru, label memutuskan untuk me-remix "Bar Bar Bar" dan merilisnya ulang. Penggemar muak dengan pemerahan konstan dari lagu yang sama dan Crayon Pop akhirnya memudar.

(wk/chus)

You can share this post!

Related Posts