Jika kondisi wabah corona tak kunjung membaik maka hal itu akan berdampak pada semakin terpuruknya perekonomian Indonesia dengan meningkatnya jumlah warga miskin.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 15 April 2020 - 12:11 WIB
WowKeren - Wabah corona (COVID-19) turut berdampak pada kondisi perekonomian di Indonesia. Jika situasi ini tak kunjung berubah maka prediksi skenario terburuk adalah meningkatnya jumlah orang miskin dan pengangguran di negeri ini.
Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Jumlah orang miskin dikatakannya bisa bertambah hingga mencapai 3,78 orang.
"Angka kemiskinan kita mungkin akan meningkat dalam skenario berat bisa naik menjadi, tambahan 1,1 juta orang," kata Sri Mulyani, Selasa (14/4). "Atau dalam skenario lebih berat kita akan menghadapi kemungkinan tambahan kemiskinan 3,78 juta orang."
Hal yang sama juga bisa terjadi pada jumlah pengangguran di Indonesia. Banyaknya perusahaan yang kesulitan ekonomi hingga terpaksa melakukan PHK karyawan akan berbuntut pada meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia.
"Angka pengangguran yang selama ini sudah menurun, kemungkinan akan mengalami kenaikan," mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut melanjutkan. "Dalam skenario berat ada kemungkinan naik 2,9 juta orang pengangguran baru, skenario lebih berat bisa sampai 5,2 juta."
Oleh sebab itu, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi hal itu. Tak hanya melalui skema Kartu Pra Kerja, namun juga bantuan sosial hingga memberikan keringanan kredit untuk masyarakat.
Sri Mulyani menyebut jika kondisi sektor apapun pasti pada akhirnya akan berdampak pada keuangan negara. Oleh sebab itu, Presiden Jokowi telah menerbitkan Perppu Nomor 1 Tahun 2020.
"Dalam situasi extraordinary ini dikeluarkan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 untuk address issue di dalam dua pilar, keuangan negara dan sektor keuangan," ujar Sri Mulyani. "Kenapa keuangan negara? Karena seluruh tekanan baik di kesehatan, sosial, dunia usaha, semua nanti akan bermuara ke keuangan negara."
Wabah corona di Indonesia memang diketahui telah memaksa sejumlah perusahaan untuk merumahkan karyawan mereka. Akibatnya, angka pengangguran terus bertambah.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah pun telah meluncurkan Kartu Pra Kerja, dimana pesertanya adalah diutamakan dari mereka yang merupakan pekerja terimbas PHK akibat corona. Namun meski demikian, program ini juga tak luput dari kritikan.
(wk/zodi)