Mantan Wali Kota Surakarta tersebut menekankan pada jajaran untuk memanfaatkan sebaik-baiknya peluang yang bisa diambil untuk memulihkan kondisi pariwisata dalam negeri.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 17 April 2020 - 14:24 WIB
WowKeren - Pandemi corona yang melanda Indonesia turut membuat sektor industri wisata dalam negeri babak belur. Meski demikian, Presiden Joko Widodo optimis jika pandemi akan berakhir pada akhir tahun 2020.
Sehingga dengan berakhirnya wabah corona, maka di tahun berikutnya industri pariwisata bisa mulai memulihkan diri. "Saya meyakini ini hanya sampai pada akhir tahun," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (16/4).
Corona, dikatakannya tidak melanda Indonesia saja. Negara-negara lain di seluruh dunia pun saat ini tengah menghadapi masalah yang sama. Sehingga tidak menutup kemungkinan dari mereka ada yang menunda keinginannya pergi liburan di tengah pandemi ini.
Oleh sebab itu, ketika pandemi ini berakhir maka ia yakin banyak dari penduduk dunia yang akan kembali ke rutinitasnya seperti biasa. Tak terkecuali rutinitas untuk berwisata ke tempat baru. Sehingga momen tersebut bisa dimanfaatkan untuk memulihkan diri dari masa-masa kelam akibat corona.
"Semua orang ingin keluar, semua orang ingin menikmati kembali keindahan yang ada di wilayah, daerah yang ada pariwisatanya," ujar Kepala Negara. "Sehingga optimisme itu harus diangkat."
Lebih jauh, mantan Wali Kota Surakarta tersebut menekankan pada jajaran untuk memanfaatkan sebaik-baiknya peluang yang bisa diambil untuk memulihkan kondisi pariwisata dalam negeri. Terutama saat dunia mulai pulih dari wabah ini.
Ia mengimbau agar bangsa Indonesia tidak pesimis dalam menghadapi pandemi ini. "Jangan terjebak pada pesimisme karena masa COVID-19. Sehingga booming yang akan muncul setelah COVID-19 ini selesai, kita tidak bisa memanfaatkan dengan baik," lanjut Jokowi.
Seperti diketahui , sektor pariwisata memang sangat terpukul akibat pandemi ini. Bahkan tak sedikit dari pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata harus melakukan PHK. Realokasi anggaran diperlukan guna membuat program khusus untuk membantu pekerja di sektor pariwisata.
"Dampak paling berat akibat COVID-19 ini dirasakan sektor pariwisata, baik hotel, restoran," jelasnya. "Makanya langkah mitigasi perlu segera secepatnya dilakukan."
(wk/zodi)