Jepang menyebut jika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bermasalah, siap ikuti langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memotong dana bantuan?
- Ruth Meliana
- Sabtu, 18 April 2020 - 15:14 WIB
WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belakangan terakhir menjadi sorotan berbagai pimpinan dunia lantaran dinilai lambat dalam mengatasi wabah virus corona (COVID-19). Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahkan sampai memotong dana bantuan ke WHO pada Selasa (14/4).
Tak hanya AS saja, kini Jepang menyebut jika ada sejumlah permasalahan dalam tubuh WHO. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe menyatakan jika pemerintahannya siap mengevaluasi bantuan anggaran dari negaranya ke WHO.
Meski demikian, Abe enggan mengikuti jejak Amerika yang telah terlebih dahulu memotong pendanaan ke WHO. Menurutnya, situasi pandemi saat ini justru membuat negaranya akan terus mendukung WHO.
Oleh sebab itu, Abe dengan bijak tetap akan mendukung WHO dalam menghadapi pandemi global ini dengan tidak melakukan pemotongan. Namun, secara tegas Abe berjanji akan mengevaluasi pendanaan serta permasalahan di WHO jika pandemi corona telah berakhir.
”Kita harus mendukung WHO saat ini. Bagaimanapun, memang benar ada sejumlah permasalahan,” ujar Abe di Tokyo seperti dilansir CNN, Sabtu (18/4). “Saya pikir hal itu perlu ditelaah kembali setelah pandemi virus corona dinyatakan berakhir.”
Lebih lanjut Abe menyebut jika WHO selama ini selalu menunjukkan sikap politik sendiri yang berbeda dari negara lain. Ia juga menyayangkan bagaimana upaya Jepang untuk mendorong WHO untuk memasukkan Taiwan menjadi negara anggota dalam beberapa tahun terakhir ini selalu ditolak.
WHO sendiri menolak Taiwan menjadi anggota lantaran dinilai akan membawa dampak politik. Apalagi, Tiongkok yang merupakan anggota WHO dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) masih tidak mengakui Taiwan sebagai negara independen dan hanya menyatakan sebagai salah satu provinsi.
Selain itu, Taiwan juga telah berselisih dengan WHO soal wabah virus corona. Taiwan menganggap jika WHO telah mengabaikan laporan mereka yang menyatakan jika virus corona dapat menular antarmanusia di awal-awal pandemi.
Taiwan juga kecewa lantaran WHO tidak melaporkan kasus virus corona di negaranya, baik melalui nama negaranya atau bagian dari Tiongkok. Tentunya, hal tersebut membuat WHO mendapatkan perhatian dan kritikan meluas dari sejumlah negara.
Sebelumnya, Presiden Trump sendiri menuduh WHO yang tidak terbuka mengenai data virus corona di dunia saat ini. Trump bahkan geram lantaran WHO terkesan menutup diri soal data dan cenderung berpihak kepada Tiongkok.
(wk/lian)