Peternakan Buaya dan Kebun Binatang Samutprakarn, Thailand menjadi sorotan usai video simpanse yang dipaksa menyemprotkan disinfektan dengan sepeda beredar di internet. Tentunya video tersebut menuai beragam kritikan dari pecinta hewan liar.
- Nidya Putri
- Senin, 20 April 2020 - 09:22 WIB
WowKeren - Salah satu kebun binatang di Thailand menjadi sorotan usai sebuah video rekaman yang menunjukkan seekor simpanse mensterilkan seluruh fasilitas viral di media sosial. Simpanse tersebut dipaksa untuk mendisinfektan kebun binatang agar terbebas dari corona.
Diketahui, kebun bintang yang terdapat dalam video adalah Peternakan Buaya dan Kebun Binatang Samutprakarn yang berlokasi di dekat Bangkok. Dalam video tersebut simpanse itu mengenakan masker, celana pendek denim dan kemeja Hawaii oranye. Kemudian ia mengayuh sepeda yang di belakangnya terdapat tabung berisi disinfektan, tak lupa pinggangnya dipasangkan rantai oleh petugas kebun binatang.
Beredarnya video tersebut di media sosial tentunya menuai kritikan keras dari kelompok pecinta binatang. Salah satunya PETA yang mengkritik perawatan simpanse di kebun binatang Thailand tersebut memilukan.
“Tempat seperti Peternakan Buaya dan Kebun Binatang Samutprakarn adalah lubang neraka di mana hewan seperti simpanse ini hidup seperti di penjara tiap harinya," ujar juru bicara PETA Asia Nirali Shah dilansir New York Post, Senin (20/4).
“Mereka dianiaya secara rutin dan hanya tahu tentang hidup dirantai," lanjutnya. "Ketika mereka tidak digunakan untuk 'hiburan' manusia, mereka ditahan di kandang yang sempit."
Oleh karena itu, PETA telah mengajukan pengaduan resmi dengan polisi Thailand. Dengan ini, mereka mendesak agar petugas keamanan memeriksa kebun binatang tersebut.
Meski begitu, Direktur pertanian Uthen Yangpraphakorn mengklaim tidak ada eksploitasi monyet seperti yang dituduhkan. Karyawan hanya memberi kera beberapa latihan selama waktu tenang di kebun binatang.
"Kami telah ditutup sejak pemerintah mengabarkan soal virus corona, jadi sementara itu kami tidak melakukan kegiatan apapun," kata Yangpraphakorn kepada outlet. “Kami membersihkan tempat itu dua atau tiga kali seminggu jika pemerintah mengizinkan kami untuk membuka kembali, jadi kami siap untuk mulai menerima pengunjung lagi. Simpanse juga dilatih di peternakan sehingga kami membawanya keluar untuk membiarkannya merentangkan anggota tubuhnya selama periode tidak aktif ini."
Kasus pemaksaan dan eksploitasi hewan bukanlah hal yang pertama terjadi di kebun binatang Thailand. Pada Desember lalu, sebuah video yang menampilkan seekor gajah kurus yang dipaksa untuk melakukan trik untuk para penonton menjadi viral di media sosial. Karena itu, pemerintah setempat telah mengambil langkah hukum yang tegas termasuk menutup kebun binatang.
(wk/nidy)