Dalam beberapa kasus Covid-19, pasien yang terjangkit tidak menunjukkan gejala umum seperti demam dan sesak napas. Temuan peneliti Spanyol ini diharapkan dapat membantu menghindari penularan dari orang tanpa gejala.
- Bertilia Puteri
- Senin, 20 April 2020 - 10:57 WIB
WowKeren - Pandemi virus corona (Covid-19) kini telah menjangkit lebih dari 2 juta orang di berbagai belahan dunia. Identifikasi pun semakin sulit dilakukan karena ada sebagian pasien positif corona yang tidak bergejala.
Diketahui, gejala yang umumnya dirasakan oleh para pasien corona adalah demam tinggi hingga sesak napas. Namun, para pakar di Spanyol mengklaim mereka telah menemukan gejala baru, yakni lesi pada kaki.
Sebagai informasi, lesi merupakan semacam memar berwarna keunguan yang tampak seperti cacar air atau campak. Menurut pernyataan dari Dewan Umum Perguruan Tinggi Podiatris Resmi Spanyol, lesi kaki ini biasanya dialami oleh anak-anak dan remaja, namun dapat ditemukan di orang dewasa.
"Ini merupakan temuan aneh yang mulai beredar dalam dunia kesehatan di antara dokter kulit dan ahli penyakit kaki: gejala yang sama semakin bertambah pada pasien Covid-19, terutama anak-anak dan remaja, meskipun dalam beberapa kasus juga telah terdeteksi pada orang dewasa," demikian kutipan pernyataan tersebut, dilansir Fox News pada Senin (20/4). "(Gejala) Ini Ini adalah lesi berwarna ungu (sangat mirip dengan cacar air, campak atau chilblains) yang biasanya muncul di sekitar jari kaki dan yang biasanya sembuh tanpa meninggalkan bekas pada kulit."
Peneliti mengungkap bahwa gejala lesi kaki tersebut telah ditemukan di Italia, Prancis, dan Spanyol. Awalnya, Federasi Podiatris Internasional pertama kali melaporkan temuan lesi tersebut pada anak laki-laki berusia 13 tahun yang terjangkit corona.
Dokter awalnya mengira lesi tersebut disebabkan oleh laba-laba, namun pasien tersebut akhirnya mulai menunjukkan gejala Covid-19. Dokter kulit dan ahli penyakit kaki lantas melaporkan kasus serupa pada "banyak" pasien Covid-19 di Italia dan Prancis.
Sementara itu, penyedia layanan kesehatan di Spanyol sendiri telah diberi informasi mengenai potensi gejala baru virus corona ini. Dewan Podiatris Spanyol mengaku bahwa perguruan tinggi dan para anggotanya harus sangat waspada terhadap hal ini.
Pasalnya, lesi kaki ini kemungkinan merupakan tanda awal untuk mendeteksi virus corona. Temuan ini nantinya dapat membantu menghindari penularan karena adanya kasus orang tanpa gejala.
Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan jika lesi kaki hendak ditambahkan sebagai daftar gejala virus corona secara resmi. Bukti ilmiah terkait temuan ini disebut masih belum bisa didiskusikan karena memerlukan banyak waktu untuk memeriksa kasus.
(wk/Bert)