Menurut kepolisian setempat, tidak ada indikasi bahwa penembakan massal itu terkait dengan terorisme. Namun polisi masih menyelidiki kemungkinan penembakan ini berhubungan dengan aturan lockdown.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 20 April 2020 - 16:03 WIB
WowKeren - Kasus penembakan massal baru saja terjadi di Nova Scotia, salah satu provinsi di Kanada. Seorang pria dilaporkan melakukan penembakan hingga menewaskan 16 orang pada Sabtu (18/4) malam waktu setempat.
Komisaris Royal Canadian Mounted Police (RCMP), Brenda Lucki, mengatakan sejauh ini polisi mencatat setidaknya 16 korban jiwa, selain pelaku yang tewas setelah baku tembak dengan polisi. Salah satu diantara para korban adalah Contable Heidi Stevenson yang merupakan veteran polisi wanita RCMP yang juga menangani penegakan hukum di kota dan provinsi tersebut.
RCMP sendiri telah mengidentifikasi pelaku merupakan Gabriel Wortman (51 tahun) yang bekerja sebagai seorang pembuat gigi palsu. Komisaris RCMP, Brenda Lucki, mengatakan kepada Canadian Broadcasting Corp bahwa pelaku penembakan telah meninggal dunia dalam baku tembak dengan polisi.
Menurutnya, tidak ada indikasi bahwa penembakan massal itu terkait dengan terorisme. Hingga saat ini polisi juga belum menemukan keterkaitan maupun motif dari pelaku dengan korban.
"Hari ini adalah hari yang menghancurkan bagi Nova Scotia dan itu akan tetap terukir di benak selama bertahun-tahun yang akan datang," kata Komandan RCMP di Nova Scotia, Lee Bergerman. "Apa yang telah terjadi dalam semalam hingga pagi tidak dapat dipahami dan banyak keluarga mengalami kehilangan orang yang dicintai."
Polisi menerima laporan penembakan di sebuah rumah di kota pantai kecil, Portapique, sekitar 130 kilometer utara provinsi, Halifax, pada Sabtu malam. Petugas operasi kriminal RCMP di Nova Scotia, Chris Leather, mengatakan, ketika tiba di lokasi petugas menemukan sejumlah korban telah meninggal dunia di dalam dan di luar rumah.
Beberapa bangunan di kota itu terbakar. Polisi pun terlibat baku tembak dengan pelaku. Leather mengatakan, pelaku telah melakukan aksi penembakan di lokasi lainnya dengan cara menyamar menggunakan seraham dan mobil polisi. "Pelaku memiliki seragam dan mobil polisi," ujar Leather.
Seorang saksi mata, Darcy Sack, mengaku melihat dua mobil polisi yang terbakar. Selain itu, dia mendengar suara tembakan. "Ada satu petugas yang bisa kita lihat di tempat kejadian dan kemudian tiba-tiba dia berlari ke arah salah satu kendaraan yang terbakar," ujar Sack.
Perdana Menteri Nova Scotia, Stephen McNeil, mengatakan penembakan ini merupakan salah satu tindakan kekerasan yang paling tidak masuk akal dalam sejarah provinsi tersebut. Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menyesalkan terjadinya insiden penembakan tersebut.
Laporan lain memberitakan bahwa pelaku mengoperasikan klinik gigi tiruan di Dartmouth, dekat dengan Halifax. Leather mengatakan, polisi akan meninjau kemungkinan keterkaitan penembakan dengan penerapan kebijakan lockdown
(wk/luth)