Salmafina memberikan nasihat kepada para netizen yang memintanya untuk mengumbar aib seseorang. Hal ini terlihat saat Salmafina melakukan tanya jawab alias Q&A melalui Instagram Story.
- Wahyu
- Senin, 20 April 2020 - 19:09 WIB
WowKeren - Kisah kehidupan Salmafina Sunan atau Salmafina Khairunnisa memang sempat berkali-kali disorot oleh netizen. Mulai dari pernikahan sampai perceraian di usia muda, keputusannya melepas hijab, hingga soal agama dan permasalahannya dengan sang ayah, Sunan Kalijaga. Terlepas dari semua itu, Salmafina bisa belajar dari pengalaman hidupnya.
Hal itu terlihat saat Salma melakukan tanya jawab dengan para penggemarnya via Insta Story. Salah satu pertanyaan membuat Salma menjawab panjang lebar dan menjelaskan tentang pandangannya terhadap apa yang terjadi pada dirinya di masa lalu. Ia mengatakan tak ingin melabeli dirinya sebagai seorang korban.
Salmafina merasa hidupnya selama ini adalah anugerah yang terbaik. Meski banyak cobaan yang harus dilewatinya, akhirnya ia bisa menemukan ttiik terang yang dapat mengubah hidupnya.
"Harus diingat, saya tidak pernah mendefinisikan diri saya sebagai seorang korban/victim, I am survivor (orang yang selamat). Begitu aku melihat diriku. Gak mau punya mental victim, gak mau labelin diri sendiri dengan kata victim. Aku memiliki dan bertanggung jawab untuk kebutuhan dan keinginanku sendiri. Aku berlatih untuk berterima kasih setiap waktu. Aku berlatih memaafkan kapanpun," tulisnya.
Salma lalu memberikan nasihat bijak untuk orang yang sedang merasa di bawah. Ia sepertinya melakukan ini ketika dalam kondisi yang sama. Gadis belia ini ingin memberikan pengalamannya kepada para netizen.
"Saat kamu berada di titik bawah, kamu punya dua pilihan: Kamu menyerah atau bilang 'Cukup adalah cukup.' Dan kalian akan mulai mengubah cara pikir terhadap sesuatu dan melakukan hal untuk memperbaiki hidup. Saya pilih opsi yang kedua," kata Salma.
Terakhir, Salma akhirnya sedikit membahas pertanyaan yang diterimanya untuk membuka aib seseorang. Salma menolak melakukan hal tersebut. Menurutnya, tak ada gunanya membahas keburukan orang lain karena diri kita sendiri juga tak luput dari dosa dan kesalahan.
"Ngapain buka aib orang? Daripada minta-minta saya buka aib orang itu, mending kalian amatin aja sendiri, nilai sendiri," tutupnya.
(wk/wahy)