Selain itu, Facebook nantinya juga akan mengarahkan para penggunanya kepada sumber resmi untuk mendapatkan informasi terkait virus corona atau Covid-19 untuk menghindari disinformasi.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 21 April 2020 - 12:48 WIB
WowKeren - Media sosial Facebook memliki fitur anyar di tengah pandemi corona (Covid-19). Facebook diketahui akan menampilkan akun pengguna yang ketahuan memberikan likes alias menyukai unggahan yang berisi informasi palsu (hoaks) atau misinformasi terkait Covid-19.
Akun pengguna dan juga unggahan berisi hoaks corona yang disukai tersebut nantinya akan terpampang di fitur News Feed atau Umpan Berita. "Kami akan mulai menampilkan unggahan informasi yang salah tentang Covid-19 jika pengguna menyukai unggahan tersebut dan akan ditampilkan di fitur News Feed (Umpan Berita)," tutur Vice President Integrity Guy Rosen, dilansir blog resmi Facebook pada Selasa (21/4).
Menurut Rosen, tujuan fitur baru ini adalah untuk menginformasikan kepada pengguna bahwa informasi yang mereka sukai tersebut salah. Nantinya, Facebook juga akan mengarahkan penggunanya kepada sumber resmi untuk mendapatkan informasi terkait Covid-19.
"Tujuannya adalah kami ingin memberikan mereka pemahaman bahwa unggahan yang mereka sukai itu salah, maka kami akan arahkan ke informasi akurat terkait Covid-19 dari sumber-sumber resmi seperti WHO," ujar Rosen. "Kebijakan ini akan berlaku beberapa minggu mendatang."
Sementara itu, pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, menyebut bahwa sudah ada lebih dari 350 juta pengguna Facebook dan Instagram yang mengakses informasi terkait Covid-19 dari sumber-sumber terpercaya. Facebook sendiri disebut mengerahkan 60 organisasi demi melakukan pengecekan fakta terhadap konten-konten yang berisi informasi terkait Covid-19 yang ditulis dalam 50 bahasa. Apabila ada konten yang terbukti melanggar pedoman komunitas Facebook, maka pihak perusahaan akan langsung menghapusnya.
"Pada bulan Maret, kami telah memperingatkan 40 juta akun yang mengunggah informasi palsu atau misinformasi terkait Covid-19 berdasarkan 4.000 artikel yang ditinjau oleh pemeriksa fakta independen," ungkap Zuckerberg. "Ketika kami peringatkan, 95 persen dari mereka tidak melanjutkan untuk melihat konten asli."
Sedianya, informasi yang akurat terkait Covid-19 sudah bisa diakses di fitur Get The Facts di Facebook. Dalam fitur tersebut, para pengguna akan diberi beragam informasi dari Otoritas Kesehatan Dunia (WHO). "Prioritas utama Facebook adalah kami ingin memastikan Anda mendapatkan informasi akurat soal Covid-19 melalui platform kami," pungkas Zuckerberg.
(wk/Bert)