Nama salah satu orang terkaya di dunia, Bill Gates kerap terseret dalam teori konspirasi soal virus corona yang beredar di dunia maya. Tak ingin hal ini terus berlanjut, ia pun akhirnya buka suara.
- Nidya Putri
- Rabu, 22 April 2020 - 15:56 WIB
WowKeren - Bill Gates bersama dengan istrinya, Melinda, kerap aktif dalam penanganan pandemi corona ataupun pembuatan vaksinnya. Hal ini justru membuatnya kerap diserang oleh teori-teori konspirasi soal corona.
Seperti teori konspirasi yang menyebutkan jika Bill adalah dalang di balik virus corona. Ia juga dicurigai sebagian pihak punya agenda tertentu karena terlihat getol ingin segera membuat vaksin COVID-19.
Dalam wawancaranya belum lama ini bersama dengan stasiun tv Tiongkok, CCTV, Gates merasa niatnya hanya ingin dunia siap menghadapi pandemi, sesuatu yang sudah cukup lama ia ramalkan karena di masa silam, dunia sering menghadapi kondisi serupa. Jadi, sama sekali ia tidak menciptakan corona.
"Saya katakan ironis jika Anda mengincar seseorang, yang melakukan yang terbaik untuk membuat dunia siap," kayanya. "Kita memang berada di situasi gila jadi akan ada rumor gila juga."
Bill sendiri sudah sejak lama mendonasikan miliaran dolar melalui yayasannya dan disebut menyelamatkan jutaan nyawa dari ancaman penyakit seperti polio atau campak. Sedangkan untuk melawan corona, ia dan sang istri telah menggelontorkan dana total USD 250 juta.
"Kita perlu membuat vaksin tanpa hanya fokus pada satu negara, kita perlu membuatnya untuk seluruh dunia, termasuk negara-negara yang tidak punya sumber daya untuk membayar riset vaksin atau pabrik vaksin," paparnya. "Ada banyak serangan di luar sana. (Tapi) secara umum, orang sungguh positif."
Misi utama yayasannya saat ini adalah menemukan vaksin COVID-19 yang aman, efektif dan mudah diproduksi dalam jumlah besar. Masalah keuntungan atau harga sama sekali tidak ia pikirkan.
"Kami mendanai inovator untuk menciptakan vaksin, kami akan mendapatkan komitmen bahwa mereka tidak akan mencoba membuat profit berarti dari hal ini, karena ini adalah tipe kebutuhan darurat," tegasnya. "Kami akan membuat vaksin tersebut semurah yang kami bisa dan tidak ada keraguan bahwa uang (kami) akan atau seharusnya mendanai pembelian vaksin itu untuk setiap orang di planet ini."
Rencananya, yayasan Bill akan memilih antara 8 sampai 10 vaksin potensial dari seluruh dunia. Kemudian mereka akan mendukung sepenuhnya riset serta pengembangan vaksin tersebut.
(wk/nidy)