Kendati melakukan pelonggaran lockdown, namun seluruh masjid akan tetap ditutup dan pertemuan keagamaan publik apa pun dilarang, seperti imbauan Kementerian Agama Mesir.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 24 April 2020 - 10:02 WIB
WowKeren - Pemerintah Mesir memutuskan untuk melonggarkan lockdown selama bulan suci Ramadhan. Perdana Menteri Mostafa Madbouly menyatakan, ketentuan ini memungkinkan lebih banyak bisnis untuk buka kembali dan memperpendek jam malam.
Dikutip dari US News, peraturan baru ini diberlakukan sejak Jumat (24/4) waktu setempat. Pemerintah Mesir akan menempatkan jam malam baru mulai pada pukul 21.00. Sebelumnya, jam malam diterapkan pada pukul 20.00 hingga pukul 06.00.
Pusat perbelanjaan dan bisnis akan diizinkan untuk buka pada akhir pekan, tetapi harus ditutup pada pukul 17.00. Diketahui, bulan lalu Mesir meningkatkan langkah-langkah yang bertujuan mencegah penyebaran virus corona dengan penutupan bandara dan pusat kebugaran, serta menangguhkan kelas di sekolah dan universitas. Toko-toko selain supermarket dan apotek diharuskan tutup pukul 17.00 pada hari kerja, serta pada akhir pekan.
Kendati melakukan pelonggaran lockdown, namun seluruh masjid akan tetap ditutup dan pertemuan keagamaan publik apa pun dilarang, seperti peraturan yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Agama Mesir pada awal bulan Ini.
Sebelumnya, Kementerian Agama Mesir menyatakan bahwa seluruh masjid di Mesir akan kembali dibuka dan difungsikan secara normal apabila sudah tak ada lagi laporan kasus infeksi corona. "Seluruh masjid akan ditutup sampai tidak ada lagi laporan kasus infeksi virus corona di seluruh negeri, dan sampai Kementerian Kesehatan menyatakan kegiatan yang mengundang keramaian tidak lagi membahayakan kesehatan masyarakat," demikian isi pernyataan Kementerian Agama Mesir.
Bukan hanya itu saja, Kementerian Agama Mesir juga memerintahkan untuk tidak menggelar kegiatan apapun di masjid selama Ramadan, seperti buka puasa bersama atau salat wajib dan Tarawih berjemaah.
Sementara itu, Perdana Menteri Madbouly juga mengatakan bahwa beberapa pembatasan sedang dilonggarkan, tetapi pihak berwenang siap untuk memberlakukan kembali pembatasan jika infeksi corona mulai melebihi prediksi. Pemerintah akan meninjau langkah-langkah selanjutnya dalam dua minggu untuk memutuskan untuk melanjutkan cara yang sama atau mencari jalan lainnya.
Sebagai informasi tambahan, saat ini Mesir mencatatkan 3,891 kasus positif COVID-19. Dari angka tersebut, 287 pasien dinyatakan meninggal, dengan 1,004 lainnya dikonfirmasi telah pulih. Sehingga, saat ini jumlah kasus aktif di negara tersebut mencapai 2,600.
Terlepas dari hal tersebut, saat ini ada lebih dari 2,7 juta kasus COVID-19 yang tersebar di seluruh dunia, tepatnya sebanyak 2,718,699 kasus. Jumlah kematian akibat virus corona sendiri telah menyentuh angka 190,654 jiwa, dengan 745,620 lainnya dinyatakan telah sembuh.
(wk/luth)