Sikap Perdana Menteri Jacinda Ardern saat menghadapi wartawan ini bahkan dibanding-bandingkan dengan Presiden AS Donald Trump dan para pemimpin dunia lainnya.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 24 April 2020 - 11:51 WIB
WowKeren - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, rupanya menjadi bahasan hangat di media sosial setelah melemparkan humor kecil pada seorang wartawan di konferensi persnya. Bahkan akibat guyonan tersebut, Ardern ramai disebut sebagai pemimpin terbaik di dunia dan dibandingkan dengan sejumlah Presiden maupun Perdana Menteri lainnya.
Dikutip dari Independent.co.uk, Ardern membuat humor ketika dia mempersilakan wartawan New Zealand Herald, Justin Walls, mengajukan pertanyaan. Namun wartawan ini mendadak lupa apa yang akan ditanyakan. Dia kemudian meminta Ardern melanjutkan ke wartawan lain.
Namun alih-alih tersinggung, Jacinda Ardern justru tersenyum maklum dan melemparkan guyonan. "Tidak masalah. Kami akan kembali ke kamu, tidak masalah. Aku juga khawatir soal waktu tidurmu saat ini, Justin," jawab Ardern.
Joyce Karam, koresponden The Washington Post untuk Uni Emirat Arab membagikan video tersebut ke akun Twitter. Video itu kemudian viral dan menjadi bahan perbincangan para pengguna media sosial. Video ini menjadi makin viral karena Joyce Karam tak segan membandingkan sikap Ardern dengan cara Presiden Donald Trump dan pemimpin negara-negara lain dalam menyikapi kerja wartawan.
"Ketika jurnalis dalam tekanan Presiden AS, diusir di Tiongkok, Mesir dan disensor di banyak negara otoriter, menggembirakan melihat kesantunan dalam kepemimpinan," tulis Karam.
Sejumlah pengguna media sosial pun beramai-ramai menyebut Jacinda Ardern sebagai pemimpin terbaik di dunia. Bahkan beberapa di antaranya tak segan meminta Ardern untuk menggantikan posisi pemimpin negara mereka, termasuk memintanya menggantikan Trump sebagai Presiden AS.
Di sisi lain, Jacinda Ardern memang bisa dibilang selalu menuai sorotan internasional berkat etos kerjanya sebagai Perdana Menteri Selandia Baru. Selain dianggap tangkas menekan angka penyebaran virus corona di negaranya, Ardern juga menuai pujian lantaran tak segan memotong 20 persen gajinya untuk membantu perekonominan Selandia Baru di tengah COVID-19.
"Ini adalah hal di mana kami bisa mengambil tindakan dan itu lah mengapa kami melakukannya," tutur Ardern beberapa pekan lalu. "Kami menyadari warga Selandia Baru bergantung pada subsidi upah mengalami pemotongan gaji dan sebagian kehilangan pekerjaan akibat pandemi global."
(wk/luth)