Facebook kembali merilis fitur baru bernama Messenger Kids yang dikhususkan untuk anak-anak berusia di bawah 13 tahun. Selain di Amerika Serikat, fitur ini juga bisa diakses oleh lebih dari 70 negara di dunia.
- Nidya Putri
- Jumat, 24 April 2020 - 12:01 WIB
WowKeren - Facebook kembali menunjukkan inovasinya melalui fitur-fitur baru yang dikembangkan. Salah satunya adalah aplikasi kirim pesan yang dikhususkan untuk anak-anak berusia di bawah 13 tahun bernama Messenger Kids.
Fitur ini sendiri sebelumnya telah diluncurkan oleh Facebook pada tahun 2017. Sayangnya, saat itu fitur ini hanya ditujukan kepada pengguna di Amerika Serikat saja.
Kekinian, Facebook telah memperluas jangkauan pengguna fitur Messenger Kids ini hingga ke lebih dari 70 negara termasuk di Indonesia. Messenger Kids adalah versi Messenger yang cukup sederhana dengan tambahan fitur kontrol orangtua.
Yang membedakan adalah tidak adanya iklan dan Facebook juga berjanji tidak akan pernah membagikan data Messenger Kids dengan pengiklan. Facebook sendiri mengakui bahwa kontrol yang ketat membuat cukup sulit bagi anak-anak untuk terhubung dengan teman melalui aplikasi.
Namun, dengan adanya ekspansi terbaru ini Facebook telah menambahkan fitur baru salah satunya dinamai Supervide Friend yang memberi orangtua pilihan untuk anak-anak untuk menerima menolak, menambah atau menghapus kontak. Apabila si anak melakukannya, maka orangtua masih dapat mengganti persetujuan kontak baru dari Messenger milik orangtua.
Fitur baru lainnya adalah kemampuan orangtua untuk menyetujui hubungan pertemanan orang dewasa seperti guru atau pelatih olahraga, dan juga untuk menghubungkan anak mereka dengan anak-anak lain melalui grup di Messenger Kids.
Dengan ini, Facebook memudahkan orangtua untuk membantu anak mereka terhubung dengan anak-anak lain dengan membuat nama dan foto profil mereka terlihat oleh kontak yang relevan, seperti teman-teman dari kontak anak mereka dan orang tua mereka. Dengan fitur-fitur baru ini, platform milik Mark Zuckerberg ini menunjukkan bahwa orangtua masih memegang kendali dan mereka dapat mengelola dan memantau aktivitas anak mereka melalui Messenger induk.
(wk/nidy)