Inggris Uji Coba Obat Diabetes untuk Vaksin Corona
Dunia

Perusahaan farmasi asal Inggris, AstraZeneca, menyebut uji coba ini bertujuan mengetahui kemanjuran obat diabetes untuk mengurangi risiko kematian akibat komplikasi penyakit dan gagal organ pada pasien COVID-19.

WowKeren - Perusahaan farmasi multinasional Inggris dan Swedia, AstraZeneca, dilaporkan mulai menguji coba obat diabetes yang dinilai berpotensi menyembuhkan pasien virus corona (COVID-19) dengan penyakit bawaan seperti gangguan jantung dan ginjal.

Lewat pernyataan tertulis, AstraZeneca pada Kamis (23/4) menamai uji coba itu sebagai "DARE-19". Uji coba ini bertujuan mengetahui kemanjuran obat diabetes, Farxiga, mengurangi risiko kematian akibat komplikasi penyakit dan gagal organ pada pasien COVID-19.

"AstraZeneca berkomitmen menemukan solusi baru memerangi COVID-19 dengan mempelajari hasil uji coba dari obat baru dan obat yang telah tersedia buatan perusahaan kami," kata Mene Pangalos, salah satu petinggi AstraZeneca, seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (24/4).

Selain obat diabetes, obat kanker dan terapi imun (imunoterapi) juga jadi sejumlah pengobatan yang diuji coba kemanjurannya. Sejumlah penelitian menunjukkan pasien COVID-19 dengan gangguan jantung berisiko tinggi kena komplikasi, di antaranya termasuk gagal jantung.

AstraZeneca yang berlokasi di Cambridge, Inggris, juga akan menguji coba obat kanker Calquence pada pasien COVID-19. Perusahaan itu telah bekerja sama dengan pesaingnya, GlaxoSmithKline, serta Cambridge University untuk membangun laboratorium uji COVID-19.


Uji coba DARE-19 diselenggarakan oleh AstraZeneca bekerja sama dengan American Heart Institute, lembaga di bawah naungan Rumah Sakit St. Luke, Amerika Serikat. "Program itu akan diikuti setidaknya oleh 900 pasien di AS dan negara-negara Eropa dengan tingkat penularan virus tinggi," demikian keterangan AstraZeneca.

Farxiga, obat yang disetujui untuk menyembuhkan penderita diabetes tipe-2, merupakan bagian dari obat anti-diabetes SGLT2-inhibitor yang mendorong ginjal mengeluarkan gula darah melalui urin. Obat itu menunjukkan hasil menjanjikan untuk menyembuhkan pasien diabetes dengan gangguan jantung dan ginjal.

Sebagai informasi tambahan, diabetes, penyakit jantung, dan masalah paru jangka panjang merupakan penyakit yang cukup banyak ditemukan pada pasien COVID-19 di Amerika Serikat.

Terlepas dari laporan ini, uji coba klinis pertama untuk obat corona lainnya, Remdesivir, dilaporkan mengalami kegagalan. Uji coba yang dilakukan oleh Tiongkok menunjukkan bahwa obat itu tidak berhasil menyembuhkan pasien COVID-19. Hal ini juga dilaporkan dalam dokumen yang sempat dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dikatakan bahwa Remdesivir tidak memperbaiki kondisi pasien COVID-19. Bahkan obat ini dalam uji coba pertamanya tidak mampu mengurangi patogen virus dalam aliran darah.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait