Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyerukan untuk menutup secara permanen pasar basah satwa liar di Tiongkok setelah mengimbau melakukan inspeksi di laboratorium Institut Virologi Wuhan.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 24 April 2020 - 16:38 WIB
WowKeren - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak Tiongkok untuk menutup secara permanen pasar basah satwa liar. Desakan tersebut muncul lantaran salah satu pasar basah di Wuhan diidentifikasi sebagai pusat awal penyebaran virus corona (COVID-19).
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dalam pernyataannya menyebut hubungan antara patogen yang melompat dari hewan ke manusia dan pasar tradisional Tiongkok. "Mengingat hubungan yang kuat antara satwa liar ilegal yang dijual di pasar basah dan penyakit zoonosis, AS telah meminta Tiongkok untuk secara permanen menutup pasar basah satwa liar serta semua pasar yang menjual satwa liar ilegal," tutur Pompeo, dikutip dari NPR pada Jumat (24/4).
Meskipun Tiongkok secara resmi melarang perdagangan satwa liar di negara itu pada Februari, namun mereka menolak menutup pasar basah, yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sebagian besar penduduk.
Dalam beberapa hari terakhir, AS terus meningkatkan tekanan kepada Tiongkok. Pompeo juga meminta Tiongkok untuk mengizinkan penyelidikan ke laboratorium Institut Virologi Wuhan. Seruan dari Mike Pompeo ini muncul setelah Menteri Pertanian Federal Australia, David Littleproud, mendesak penyelidikan ilmiah internasional tentang risiko kesehatan yang terkait dengan pasar basah di Tiongkok.
"Masuk akal jika kami pergi dan menyelidiki pasar basah satwa liar ini, untuk memahami risiko yang ditimbulkannya terhadap kesehatan manusia," kata Littleproud.
"Adalah tanggung jawab semua negara global untuk melakukan pekerjaan ini secara ilmiah, dengan cara yang tenang dan metodis, untuk memahami risiko dan apakah mereka dapat dikurangi," lanjutnya.
Di sisi lain, sumber sebenarnya dari virus corona yang telah menginfeksi jutaan orang di dunia dan menewaskan lebih dari 191 ribu orang secara global ini memang masih menjadi misteri hingga kini.
Rumor sebelumnya menyebut bahwa virus corona berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, Institut Virologi Wuhan. Namun bukan diciptakan sebagai senjata biologis, melainkan lebih sebagai bagian dari upaya Tiongkok untuk menunjukkan kemampuannya mengidentifikasi dan memerangi virus setara atau lebih hebat dari kemampuan AS.
Laporan ini dan sejumlah laporan lainnya mengindikasi bahwa laboratorium di Wuhan yang menjadi lokasi eksperimen virus dan lemahnya standar keamanan di sana, telah memicu seseorang terinfeksi dan muncul di pasar seafood Huanan, tempat virus corona mulai menyebar.
Akan tetapi, pemerintah Tiongkok dilaporkan kerap melakukan sensor terhadap pemberitaan tentang virus corona, termasuk menahan pihak-pihak yang mengungkap. Selain itu, banyak pihak juga mempertanyakan standar keamanan di laboratorium Wuhan yang khusus untuk mempelajari virus tersebut.
Namun Institut Virologi Wuhan sendiri telah menepis rumor yang menyebut virus corona disintesis secara buatan di salah satu laboratorium mereka.
(wk/luth)