COVID-19 Dapat Sebabkan Stroke, Ini Penjelasan Dokter Amerika
Dunia

Virus corona baru-baru ini disebutkan dapat memicu efek samping terjadinya stroke pada pasien positif COVID-19, begini penjelasan dari dokter asal Amerika Serikat.

WowKeren - Virus corona (COVID-19) saat ini telah menjadi momok yang menakutkan di berbagai belahan dunia. Bagaimana tidak, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melaporkan adanya lebih dari 2,7 juta COVID-19 dengan angka kematian sebesar 191 ribu orang hingga Jumat (24/4).

Penelitian terbaru kembali mengungkapkan ancaman baru dibalik virus corona. Infeksi virus corona disebutkan tidak hanya menyebabkan gejala demam tinggi, batuk kering persisten, dan sesak nafas saja. Ternyata, ada sejumlah efek samping virus corona dari yang ringan hingga parah.

Dilansir Mirror, Dokter Bedah di Rumah Sakit Mount Sinai di New York yang bernama Thomas Oxley menyatakan jika virus corona dapat memicu terjadinya stroke. Pernyataan ini diungkapkannya setelah ia melihat adanya lonjakan kasus stroke di antara orang-orang yang positif terinfeksi COVID-19.

Thomas menjelaskan jika ancaman stroke akibat virus corona menyerang orang dewasa berusia 30 hingga 40 tahun. Selain itu, stroke juga berpotensi menyerang orang muda yang terlihat sehat atau kondisinya tidak menunjukkan gejala parah saat terserang COVID-19.

Lebih lanjut Thomas mengungkapkan pengalamannya saat merawat pasien virus corona. Ia mengaku telah merawat lima pasien positif COVID-19 dalam beberapa minggu terakhir.


Kelima pasien COVID-19 yang dirawatnya berusia di bawah 50 tahun dan mengalami gejala stroke. Berdasarkan laporan Thomas bersama rekannya, gejala stroke telah mengalami peningkatan 7 kali lipat pada pasien yang masih muda dalam dua minggu terakhir.

”Virus ini nampaknya menyebabkan peningkatan pembekuan di pembuluh darah, yang bisa menyebabkan stroke parah," kata Thomas seperti dilansir dari Mirror, Jumat (24/4). “Sebagian besar pasien ini tidak memiliki riwayat medis kronis, selalu berada di rumah dan hanya mengalami gejala virus corona COVID-19 ringan. Tapi, semuanya memang sudah dinyatakan positif COVID-19.”

Lebih lanjut Thomas menjelaskan bagaimana stroke dapat menyebabkan dampak fatal bagi penderita virus corona jika tidak segera ditangani. Ia menjelaskan bagaimana stroke menyerang pasien.

”Rata-rata orang yang menderita stroke pembuluh darah besar mengalami gangguan parah. Artinya, gumpalan darahnya yang lebih besar, termasuk salah satu arteri terbesar di otak," jelas Thomas. “Ada pula tanda-tanda stroke yang bisa diamati seperti wajah kendur, lengan melemah dan kesulitan bicara. Sehingga segera hubungi tenaga medis darurat.”

Thomas mengatakan jika sejauh ini, perawatan paling efektif untuk penderita stroke dengan pembuluh darah besar adalah pengambilan pembekuan darah. Namun, perawatan ini membutuhkan waktu 6 jam dan terkadang bisa mencapai 24 jam.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait