Pemanasan Global Terus Berlangsung, Kutub Utara Terancam Hilang Sebelum 2050
Dunia

Adapun prediksi tersebut adalah dengan asumsi jika manusia turut berusaha menurunkan tingkat emisi global demi menjaga suhu bumi tak melonjak lebih dari 2 derajat celsius.

WowKeren - Di tengah berjibaku menangani pandemi virus corona (COVID-19), ada satu masalah yang tak boleh dilupakan dunia, yakni pemanasan global. Dampak pemanasan global yang telah mendatangkan sejumlah perubahan pada iklim dunia bukan masalah yang patut dianggap remeh.

Pasalnya jika dibiarkan maka dampak berkelanjutan bisa mengancam bumi di masa depan. Bahkan ilmuwan memprediksi jika es di Samudra Arktik Kutub Utara akan sepenuhnya mencair selama 30 tahun ke depan. Artinya pada 2050 kutub utara akan hilang.

Adapun prediksi tersebut adalah dengan asumsi jika manusia turut berusaha menurunkan tingkat emisi global demi menjaga suhu bumi tak melonjak lebih dari 2 derajat celsius. Jika tingkat emisi global terus berlangsung sangat tinggi, dikhawatirkan seluruh es di kutub utara akan benar-benar mencair seluruhnya bahkan sebelum tahun 2050.


"Jika kita mengurangi emisi global dengan cepat dan secara substansial, dan dengan demikian menjaga pemanasan global di bawah 2 derajat Celcius terhadap tingkat pra-industri," kata Dirk Notz, pemimpin kelompok penelitian es laut di Universitas Hamburg Jerman seperti dilansir USA Today, Jumat (24/4). "Es di kutub utara kemungkinan akan hilang di musim panas bahkan sebelum 2050."

Selain berperan mengatur suhu bumi, es di Arktik juga menjadi habitat bagi beruang kutub dan walrus. Sehingga ketika volume es ini terus menurun setiap tahunnya maka juga akan berdampak pada kehidupan spesies di sana.

Bruno Tremblay dari Departemen ilmu atmosfer dan kelautan McGill University menyebut jika penyusutan volume es di Arktik menyebabkan spesies di sana sulit untuk bertahan hidup. "Saat es di Samudra Arktik mencair setiap tahunnya, itu membuat hidup spesies hewan yang bergantung pada es semakin sulit," jelas Tremblay dilansir USA Today, Jumat (24/4).

Es di kutub utara terbentuk dari laut yang membeku. Bekuan ini akan mencair setiap musim panas lalu kembali membeku setiap musim dingin. Namun karena adanya pemanasan global, jumlah es laut musim panas di Kutub Utara terus menyusut selama beberapa dekade terakhir karena pemanasan global.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait