'Kota Hantu' Ini Disebut Jadi Wilayah Teraman di AS Selama Pandemi Corona, Begini Alasannya
Dunia

'Kota Hantu' tersebut terletak di negara bagian Washington, Amerika Serikat. Hingga kini, penduduk wilayah tersebut masih belum ada yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

WowKeren - Negara bagian Washington di Amerika Serikat (AS) merupakan tempat dimana kasus Covid-19 pertama kali ditemukan di negara tersebut. Selain itu, kasus kematian Covid-19 pertama AS juga dilaporkan pertama kali terjadi di Kirkland, Washington, pada 29 Februari 2020 lalu.

Hingga kini, negara bagian Washington telah melaporkan lebih dari 12 ribu kasus Covid-19 dan hampir 700 kematian. Namun, negara bagian tersebut rupanya juga memiliki wilayah unik yang disebut-sebut sebagai "tempat teraman di AS" selama pandemi corona.

Wilayah bernama Point Roberts tersebut terletak di ujung paling selatan Semenanjung Tsawwassen Kanada, namun secara teknis masih milik negara bagian Washington karena terletak di selatan paralel ke-49. Point Roberts merupakan perlintasan dua perbatasan yang mengharuskan pengunjung melewati kontrol perbatasan Kanada sebelum secara resmi memasuki daratan AS.

Point Roberts merupakan komunitas tanpa Wali Kota dengan populasi sekitar 1.300 orang. Melansir Yahoo Life pada Sabtu (25/4), para penduduk Point Roberts disebut terdiri dari warga senior atau lansia, pensiunan, dan warga Kanada yang memiliki rumah kedua di sana.

Menurut Kepala Pemadam Kebakaran dari Whatcom County Fire District 5, Christoper Carleton, hingga Rabu (22/4) tidak ada laporan kasus positif Covid-19 di Point Roberts. Namun, Carleton mengungkapkan bahwa sejumlah warga tengah menjalani tes untuk tujuan pelacakan dan langkah antisipasi potensi kasus tanpa gejala. Sejauh ini, 137 warga Point Roberts telah menjalani tes Covid-19.


Salah satu faktor yang membuat Point Roberts aman dari Covid-19 adalah pembatasan perbatasan yang ketat. Diketahui, penduduk Point Roberts diperbolehkan untuk mampir ke kota-kota Washington terdekat seperti Bellingham atau Blaine untuk membeli barang yang tidak ada di pasar lokal, dan berkunjung ke apotek, dokter, atau rumah sakit. Sebaliknya, akses ke Point Roberts ditutup untuk sebagian besar non-penduduk.

Selain itu, penduduk Point Roberts juga diizinkan untuk berbelanja atau melakukan perjalanan penting ke Kanada. Namun jika mereka tinggal lebih lama di negara tersebut, maka mereka harus menjalani karantina 14 hari.

Carleton sendiri menilai bahwa penduduk setempat tidak menyalahgunakan izin perjalanan bolak-balik. "Semua orang mengambil peran untuk mencoba menjaga kami seaman mungkin," tutur Carleton.

Point Roberts sendiri disebut sebagai "Kota Hantu" karena wilayahnya yang sangat sepi. Menurut salah satu warga bernama Bill Meursing, tidak ada kejahatan apa pun di Point Roberts selain beberapa kasus pencurian biasa.

Sekarang, bukan hanya kurangnya kejahatan yang memberikan rasa aman, tetapi juga kurangnya Covid-19. Menurut Meursing, Point Roberts "kelewat sepi" lantaran bisnis yang kurang esensial tutup dan para wisatawan berkurang usai adanya kebijakan pembatasan perbatasan.

"Dulu ada cukup banyak orang Kanada yang berkendara turun melalui perbatasan, namun sekarang pada dasarnya mereka sudah tidak ada lagi," jelas Meursing. "Jadi (Point Roberts) sangat sepi, benar-benar tidak ada lalu lintas di jalan. Ada 1.300, 1.400 penduduk penuh waktu di sini, tetapi saya pikir sebagian besar dari mereka hanya berdiam di rumah."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait