Tudingan Pompeo menyusul pernyataannya tentang Tiongkok yang dinilainya sama sekali tak transparan soal virus corona dan membuat banyak negara menjadi kesulitan menghadapi pandemi ini.
- Luthfiatun Nisa
- Sabtu, 25 April 2020 - 14:11 WIB
WowKeren - Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menuduh bahwa Tiongkok mungkin telah mengetahui virus corona (COVID-19) pada awal November. Tudingannya tersebut menyusul pernyataannya tentang Tiongkok yang dinilainya sama sekali tak transparan soal virus corona dan membuat banyak negara menjadi kesulitan menghadapi pandemi ini.
"Anda akan ingat bahwa kasus-kasus pertama ini diketahui oleh pemerintah Tiongkok mungkin paling cepat pada awal November, tetapi pada pertengahan Desember (baru terungkap ke publik)," kata Pompeo dalam sebuah wawancara, seperti dikutip dari The Jakarta Post pada Sabtu (25/4).
"Mereka lambat mengidentifikasi ini untuk siapa pun di dunia, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," lanjutnya. "Masalah transparansi ini penting bukan hanya sebagai masalah historis untuk memahami apa yang terjadi pada bulan November dan Desember dan Januari, tetapi juga penting hingga hari ini," tegasnya.
Pompeo mengatakan Amerika Serikat masih menginginkan lebih banyak informasi dari Tiongkok termasuk sampel asli virus COVID-19 yang terdeteksi di kota metropolitan Wuhan. "Ini masih berdampak banyak kehidupan di sini di Amerika Serikat dan, terus terang, di seluruh dunia," imbuhnya lagi.
Pemerintah Tiongkok sendiri telah membalas pernyataan Pompeo dan mengatakan bahwa tuduhan Menlu AS tersebut sama sekali tidak berdasar dan sepenuhnya untuk tujuan menyalahkan orang lain. Menurut mereka, komentar Pompeo bertentangan dengan konsensus umum komunitas global. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, mengatakan bahwa negaranya telah memberikan informasi yang tepat waktu kepada dunia dan aktif bekerja sama dengan yang lain.
Tiongkok awalnya menjaga informasi tentang virus itu dan membungkam pelapor. Pengakuan resmi pertama tentang virus yang menjadi pandemi global ini datang pada 31 Desember ketika pihak berwenang di Wuhan melaporkan kasus pneumonia yang misterius.
Dalam beberapa hari terakhir, AS terus meningkatkan tekanan kepada Tiongkok. Pompeo juga meminta Tiongkok untuk mengizinkan penyelidikan ke laboratorium Institut Virologi Wuhan. Seruan dari Mike Pompeo ini muncul setelah Menteri Pertanian Federal Australia, David Littleproud, mendesak penyelidikan ilmiah internasional tentang risiko kesehatan yang terkait dengan pasar basah di Tiongkok.
Di sisi lain, sumber sebenarnya dari virus corona yang telah menginfeksi jutaan orang di dunia dan menewaskan lebih dari 197 ribu orang secara global ini memang masih menjadi misteri hingga kini.
(wk/luth)