Peneliti menyebut virus Corona menular lewat droplet. Namun baru-baru ini peneliti juga menemukan virus bisa bertahan di udara bak mikroba airborne, terutama di tempat padat orang.
- Elvariza Opita
- Selasa, 28 April 2020 - 12:36 WIB
WowKeren - Tingginya tingkat penularan virus Corona menjadi fakta mengerikan tersendiri di tengah pandemi. Namun setidaknya virus ini disebut menular lewat droplet sehingga bila penyebaran bisa ditekan selama cairan tubuh orang terinfeksi tak tersebar kemana-mana.
Namun belakangan peneliti bak menemukan perubahan pada pola penyebaran virus ini. Sebab baru-baru ini peneliti menyebut virus Corona bisa bertahan melalui partikel mikroskopis di udara bernama aerosol, yang tentu jauh lebih ringan daripada droplet sehingga bisa bertahan di udara lebih lama.
Lebih spesifik, virus di aerosol ini bisa bertahan "mengambang" di udara yang berada di suatu ruangan ramai atau minim ventilasi. Seperti misalnya lift atau tempat-tempat ramai lain.
Hal ini terungkap dari 2 rumah sakit di Wuhan, Tiongkok, yang ternyata terkontaminasi materi genetik virus tersebut. Mereka bisa ditemukan "melayang-layang" di udara toilet rumah sakit, ruang tertutup yang selalu padat individu, sampai ruangan dimana petugas medis melepaskan alat pelindung diri (APD) mereka.
Kendati demikian para peneliti ini tak memberi jawaban gamblang perihal apakah partikel aerosol tadi bisa menginfeksi individu sehat. Hanya saja tentu masyarakat harus lebih waspada terutama bila berada di sebuah ruangan dengan banyak orang.
Namun para peneliti juga menegaskan bahwa partikel aerosol ini bukan menunjukkan adanya perubahan pola penyebaran dari droplet ke airborne. Ke Lan, salah satu peneliti dalam studi itu menyebut partikel droplet ada 2 jenis, salah satunya aerosol yang memang berukuran lebih kecil.
Bila partikel droplet pada umumnya akan jatuh ke permukaan benda, maka aerosol bisa bertahan di udara. Aerosol-aerosol inilah yang kemudian berhasil "ditangkap" peneliti di lingkungan padat penduduk.
Para peneliti pun sangat menyoroti perihal sanitasi ruangan tempat para tenaga medis melepas APD mereka karena konsentrasi aerosol bervirus paling banyak di sana. Oleh karena itu, imbuh sang peneliti dari Universitas Wuhan itu, menjadi sangat penting agar 3 hal berikut ini diperhatikan di tengah pandemi.
"Hal ini membuktikan pentingnya ventilasi, pembatasan jumlah individu di tempat ramai, serta usaha untuk memastikan sanitasi," ujar para peneliti, seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (28/4).
(wk/elva)