Hingga Kamis (30/4) hari ini, Vietnam melaporkan adanya 270 kasus virus corona atau COVID-19. Dari jumlah tersebut, 222 orang telah dinyatakan sembuh dan tidak ada pasien yang meninggal dunia.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 30 April 2020 - 17:50 WIB
WowKeren - Vietnam yang berbatasan langsung dengan Tiongkok menjadi salah satu negara yang sukses menangani pandemi corona atau COVID-19 dengan baik. Hingga Kamis (30/4) hari ini, Vietnam melaporkan tidak ada kematian dari 270 kasus COVID-19.
Pengusaha yang bergerak di bidang peralatan medis, Phan Quoc Viet, mengungkapkan bahwa dirinya dihubungi oleh pemerintah Vietnam pada akhir Januari 2020 lalu. Saat itu, pemerintah Vietnam telah mendeteksi 2 kasus COVID-19 pertama dan langsung meminta bantuan kepada sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang uji kesehatan.
Melansir Reuters pada Kamis (30/4), perusahaan Viet, yakni Viet A Corp, memproduksi alat uji dan telah menjadi andalan Vietnam untuk meningkatkan program pengujiannya dalam menanggapi pandemi corona. "Pejabat mengatakan bahwa Vietnam harus bergerak cepat," tutur Viet.
Sejumlah ahli kesehatan publik menilai bahwa minimnya kasus dan nihilnya kematian COVID-19 membuat Vietnam akan lebih cepat menghidupkan kembali ekonominya. Para ahli yang telah diwawancara Reuters ini menilai kesuksesan dalam menangani pandemi corona ini dilatarbelakangi oleh keputusan cepat pembatasan masuknya warga asing ke Vietnam. Selain itu puluhan ribu orang segera dikarantina dan uji kesehatan juga dilakukan secara besar-besaran.
"Langkah-langkah ini mudah untuk disebutkan namun sulit untuk direalisasikan, namun mereka (Vietnam) sangat sukses dalam melakukan langkah-langkah tersebut terus menerus," jelas pejabat dari Pusat Penanggulangan dan Kontrol Penyakit (CDC) Amerika Serikat yang berbasis di Hanoi, Matthew Moore. Ia juga mengaku bahwa CDC "sangat percaya" kepada respons pemerintah Vietnam terhadap kirisis ini.
Vietnam sendiri telah menambah jumlah laboratorium yang bisa menguji spesimen COVID-19. Dari yang awalnya hanya berjumlah 3 laboratorium pada awal pandemi di bulan Januari, menjadi 112 laboratorium pada April 2020.
Per Rabu (29/4) kemarin, Vietnam telah melakukan sebanyak 213.743 tes COVID-19. Data Kementerian Kesehatan Vietnam menunjukkan 270 orang di antaranya dinyatakan positif COVID-19. Dengan demikian, ada 1 orang pasien positif dalam setiap 791 tes COVID-19 yang dilakukan.
Sementara itu, pakar juga menilai bahwa kondisi Vietnam ini dibantu oleh kepemimpinan otoriter dan ekonomi pasar terbuka, serta warga yang siap bekerja sama karena sebelumnya telah merasakan epidemi. "(Vietnam) Terorganisir, dapat membuat keputusan kebijakan di seluruh negeri yang diberlakukan dengan cepat dan efisien dan tanpa terlalu banyak kontroversi," jelas Direktur Unit Penelitian Klinis Universitas Oxford di Kota Ho Chi Minh, Guy Thwaites.
(wk/Bert)