Media Tiongkok Sebut Menlu AS 'Sesat' Usai Klaim Punya Bukti COVID-19 Berasal dari Lab Wuhan
Dunia

Media Tiongkok menyerang klaim Menlu AS, Mike Pompeo, dengan mengutip pernyataan direktur eksekutif WHO dan ahli virologi Universitas Columbia yang menegaskan virus itu berasal dari alam.

WowKeren - Media pemerintah Tiongkok, China Central Television (CCTV), menyerang pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, yang mengklaim virus corona (COVID-19) berasal dari lab di Wuhan. CCTV menyebut komentar Pompeo sebagai "sesat pikir" dan komentar menghindar atas asal-usul pandemi COVID-19.

Sebelumnya, Mike Pompeo memang mengatakan bahwa AS memiliki bukti yang signifikan dalam jumlah besar bahwa virus itu berasal dari laboratorium di Wuhan. Meski pernyataan AS telah berulang kali ditolak oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai pakar ilmiah, namun Pompeo dan Presiden AS Donald Trump terus menerus menuduh Tiongkok sebagai pihak yang bersalah atas menyebarnya pandemi ini.

"Terdapat bukti besar bahwa (COVID-19) berasal dari sana," ujar Menlu AS asal California itu, dalam sebuah wawancara pada Minggu (3/5) waktu setempat. "Saya kira seluruh dunia sekarang bisa melihat, ingat, Tiongkok memiliki sejarah menginfeksi dunia dan menjalankan laboratorium di bawah standar."

Kini, CCTV menyerang klaim Pompeo dengan mengutip pernyataan direktur eksekutif WHO, Mike Ryan dan ahli virologi Universitas Columbia, W Ian Lipkin, yang menegaskan bahwa virus itu berasal dari alam dan bukan buatan manusia atau bocor dari sebuah laboratorium.

"Pernyataan yang salah dan tidak masuk akal dari para politisi Amerika ini memperjelas kepada semakin banyak orang bahwa tidak ada 'bukti' yang ada," tulis media tersebut.


"Apa yang disebut 'virus bocor dari sebuah laboratorium Wuhan' adalah kebohongan yang lengkap dan sepenuhnya. Politisi Amerika bergegas untuk menggeser kesalahan, menipu suara dan menekan Tiongkok ketika upaya anti-epidemi domestik mereka berantakan," lanjutnya.

Dua komentar lebih lanjut yang diterbitkan pada Senin oleh surat kabar pemerintah People's Daily menyerang Pompeo dan mantan ahli strategi Gedung Putih Steve Bannon. Media itu mengatakan, keduanya sebagai sepasang badut pembohong dan mengecam Bannon sebagai fosil hidup Perang Dingin.

Bannon sendiri pekan lalu mengatakan bahwa Tiongkok telah melakukan "Chernobyl biologis" terhadap Amerika. Dia pun menganjurkan teori bahwa virus itu berasal dari Institut Virologi Wuhan, dan menggemakan retorika Gedung Putih baru-baru ini.

Di sisi lain, sumber sebenarnya dari virus corona yang telah menginfeksi jutaan orang di dunia dan menewaskan lebih dari 239 ribu orang secara global ini memang masih menjadi misteri hingga kini. Institut Virologi Wuhan sendiri telah menepis rumor yang menyebut virus corona disintesis secara buatan di salah satu laboratorium mereka.

Tiongkok juga dengan tegas membantah semua tudingan tersebut. "Tiongkok menentang pembuatan dan penyebaran disinformasi oleh siapa pun dan organisasi apa pun. Tiongkok adalah korban disinformasi, bukan penggagas," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, seperti dikutip dari CNBC.

Geng Shuang juga menegaskan tak ada bukti konklusif bahwa virus corona berasal dari Tiongkok. Dia memperingatkan, manuver politik di balik seruan untuk melakukan penyelidikan independen terhadap asal-usul virus tidak akan berhasil. Geng Shuang juga mengatakan bahwa negaranya telah memberikan informasi yang tepat waktu kepada dunia dan aktif bekerja sama dengan yang lain.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait