KTT Non-Blok, Jokowi Perjuangkan Negara Berkembang Dapat Keringanan Utang
Getty Images
Nasional

Terkait keringanan utang ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan penjelasan. Keringanan utang yang dimaksud adalah mengalihkan pembayaran untuk penanganan COVID-19

WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Non-Blok (GNB) khusus dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (4/5). KTT tersebut membahas penanganan virus corona (COVID-19).

Dalam kesempatan itu, Jokowi membahas kerja sama dengan negara GNB dalam memenuhi komitmen bantuan pembangunan dan kemanusiaan. Termasuk keringanan pembayaran utang.

"Kita perlu suarakan dan perjuangkan komitmen bantuan pembangunan dan kemanusiaan," kata Jokowi melalui keterangan resmi. "Keringanan utang, maupun kewajiban pembayaran utang dari official creditors."

Terkait keringanan utang ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan penjelasan. Keringanan utang yang dimaksud adalah mengalihkan pembayaran utang untuk biaya penanganan COVID-19, terutama bagi negara-negara berkembang. Sebab menurutnya, masih banyak negara berkembang di dunia yang mengalami kesulitan dalam menghadapi corona.

"Ini penting untuk disampaikan karena banyak sekali negara berkembang," kata Retno. "Terutama less develop countries yang mengalami kesulitan dalam menangani COVID-19."


Lebih jauh, Jokowi juga mengajak para pemimpin negara-negara di dunia untuk bersatu padu melawan pandemi corona ini. Sebab, diperlukan kerja sama yang nyata antara negara-negara untuk bisa membasmi virus ini yang telah memberikan dampak sangat luas ke banyak sektor global.

Jokowi menegaskan jika pada awal berdirinya KTT Non-Blok ini ditujukan untuk melawan penjajahan maka untuk kali ini cukup berbeda. Dunia tengah dihadapkan pada masalah yang sama yakni pandemi virus corona.

"59 tahun lalu, GNB didirikan untuk melawan musuh bersama imperialisme dan neokolonalisme," tegas Jokowi. "Saat ini musuh bersama kita adalah COVID-19."

Seperti diketahui pandemi virus corona telah menyebar ke berbagai negara di dunia. Virus ini juga turut memukul sektor industri salah satunya pariwisata. Tak hanya di Indonesia bahkan secara global.

Salah satu yang paling terdampak adalah industri penerbangan. Kebijakan lockdown di sejumlah negara membuat operasional penerbangan menurun secara signifikan. Tak hanya itu, pandemi virus juga menyebabkan gelombang PHK terjadi dimana-mana.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait