Media Tiongkok geram dengan tuduhan yang dilontarkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Mike Pompeo soal virus corona berasal dari laboratorium di Wuhan.
- Ruth Meliana
- Selasa, 05 Mei 2020 - 12:54 WIB
WowKeren - Amerika Serikat (AS) telah menuding jika virus corona (COVID-19) yang saat ini menyebar berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Tuduhan ini lantas membuat media Pemerintah Tiongkok, China Central Television (CCTV) begitu geram.
Pernyataan seputar virus corona dari lab di Wuhan sendiri pertama dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo. Bahkan pada Minggu (3/5) lalu, Pompeo mengklaim AS telah memiliki bukti besar dan kuat yang menunjukkan jika virus COVID-19 berasal dari laboratorium.
Meski pernyataan AS telah berulang kali dibantah oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai pakar ilmiah. Direktur eksekutif WHO Mike Ryan dan ahli virologi Universitas Columbia, W Ian Lipkin telah menegaskan bahwa virus itu berasal dari alam dan bukan buatan manusia atau bocor dari sebuah laboratorium.
Namun, Pompeo dan Presiden AS Donald Trump terus menerus menuduh Tiongkok tentang kemunculan virus corona dari laboratorium. CCTV lantas menyerang balik dengan mengatakan jika Pompeo merupakan sosok orang dengan pikiran sesat dan penuh kebohongan. CCTV bahkan menuliskan judul “Setan Pompeo Yang Menyebar Racun Dan Kebohongan Sesat” di berita mereka.
Dalam sepekan terakhir, CCTV berulang kali mengecam Pompeo sebagai musuh bersama umat manusia. Mereka juga menuduhnya telah menyebarkan virus politik atas klaimnya yang berulang kali menyatakan pandemi itu berasal dari laboratorium.
”Pernyataan yang salah dan tidak masuk akal dari para politisi Amerika ini memperjelas kepada semakin banyak orang bahwa tidak ada 'bukti' yang ada," tulis CCTV dikutip laman Channel News Asia, Senin (4/5). “Apa yang disebut 'virus bocor dari sebuah laboratorium Wuhan' adalah kebohongan yang lengkap dan sepenuhnya.”
”Politisi Amerika bergegas untuk menggeser kesalahan, menipu suara dan menekan Tiongkok,” sambungnya. “Hal itu dilakukan saat upaya anti-epidemi domestik mereka begitu berantakan.”
Dua komentar lebih lanjut yang diterbitkan oleh surat kabar pemerintah People's Daily menyerang Pompeo dan mantan ahli strategi Gedung Putih Steve Bannon. Media itu mengatakan keduanya sebagai sepasang badut pembohong dan mengecam Bannon sebagai fosil hidup Perang Dingin.
Seperti yang diketahui, Bannon pekan lalu mengatakan bahwa Tiongkok telah melakukan “Chernobyl biologis" terhadap Amerika. Dia pun menganjurkan teori bahwa virus itu berasal dari Institut Virologi Wuhan, dan menggemakan retorika Gedung Putih baru-baru ini.
(wk/lian)