Ada Temuan Mutasi Mengerikan Virus Corona: Cepat Menyebar Sampai Bikin Penyintas Sakit Lagi
Getty Images
Health

Peneliti dari AS kembali menemukan fakta terbaru soal mutasi virus Corona penyebab COVID-19. Dalam studi terbaru ini disebutkan ada satu jenis mutasi yang sangat ganas, seperti penjelasan berikut.

WowKeren - Peneliti terus melakukan penelitian untuk mengetahui lebih dalam soal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Namun temuan terbaru soal mutasi yang dialami virus tersebut sukses membuat publik bergidik dan patut waspada.

Pasalnya baru-baru ini para ilmuwan di Los Alamos National Laboratory dari Amerika Serikat mengklaim menemukan satu jenis mutasi virus Corona yang sudah mendominasi di seluruh dunia. Mengerikannya lagi, virus jenis ini merupakan yang paling ganas karena sangat cepat menyebar serta menjadi penyebab seseorang rentan kembali terinfeksi Corona usai dinyatakan sembuh.

Dikutip dari Los Angeles Times, para ilmuwan menyebut jenis atau strain baru virus ini muncul pada Februari lalu di Eropa. Virus lantas bermigrasi dengan cepat ke Pantai Timur Amerika Serikat.

Lebih lanjut, di manapun jenis virus ini muncul, maka penyebarannya akan jauh lebih cepat daripada jenis lain, seperti misalnya strain dari Wuhan, Tiongkok. Tak hanya itu, strain baru ini juga sangat cepat menular.


Sejatinya ada 14 jenis mutasi yang terjadi di virus-virus yang diteliti para ilmuwan. Namun ada satu jenis mutasi yang disebut D614G, dimana mutasi inilah yang disebut-sebut bertanggung jawab terhadap mewabahnya COVID-19.

"Ceritanya mengkhawatirkan, karena kita melihat bentuk virus yang bermutasi muncul dengan sangat cepat," ujar Bette Korber selaku pimpinan tim studi tersebut. "Dan selama bulan Maret menjadi bentuk pandemi yang dominan."

Kendati demikian, hasil studi menunjukkan virus jenis baru ini tidak lebih berbahaya dari segi kemampuan membunuh atau mortality rate-nya. Namun orang yang terinfeksi virus strain baru ini memiliki viral load atau jumlah virus yang lebih tinggi.

Namun peneliti tetap menilai mutasi ganas ini menyebabkan upaya pengendalian pandemi Corona akan berlangsung jauh lebih sulit. Pasalnya penyintas COVID-19 berarti tak memiliki kekebalan terhadap jenis mutasi Corona yang baru.

"Jika memang demikian, itu dapat membuat individu rentan terhadap infeksi kedua," jelasnya. "Ada kemungkinan bahwa mutasi mengubah lonjakan dalam beberapa cara yang membantu virus menghindari sistem kekebalan tubuh."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait