Nicolas Maduro menyebut AS sedang melancarkan gerakan yang ia sebut sebagai persekongkolan gagal, dan mengklaim bahwa Donald Trump adalah pemimpin invasi ini.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 08 Mei 2020 - 14:43 WIB
WowKeren - Seorang warga Amerika Serikat, Luke Denman, mengaku bahwa ia diperintahkan menguasai bandara Caracas dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk diterbangkan ke AS. Pihak berwenang Venezuela pada Senin (4/5) membekuk Denman beserta satu warga AS lain, Airan Berry, dan 11 teroris lainnya.
Atas insiden ini, Nicolas Maduro menyebutkan bahwa orang-orang itu sedang melancarkan gerakan yang ia sebut sebagai persekongkolan gagal, yang dikoordinasikan dengan Washington untuk memasuki wilayah Venezuela melalui perairan Karibia dan membawa misi untuk menggulingkannya dari kursi kepemimpinan. Tak hanya itu, Maduro juga mengklaim bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump adalah pempimpin invasi ini.
"Donald Trump adalah pemimpin langsung invasi ini," kata Maduro dalam pernyataan resmi setelah video pengakuan Luke Denman ditayangkan di saluran televisi Venezuela.
Donald Trump sendiri telah membantah bahwa dirinya terlibat. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada Rabu (6/5) bahwa pemerintah AS akan menggunakan semua cara untuk mengupayakan pemulangan kedua warga negara mereka, jika keduanya ditahan di Venezuela.
"Itu tidak ada hubungannya dengan pemerintah kita," kata Trump di Gedung Putih. Sejauh ini, Trump mau pun pejabat pemerintah AS lainnya belum menjelaskan lebih lanjut perihal tudingan pemerintah Venezuela.
Dalam pernyataan video dari sebuah lokasi yang tidak disebutkan, Denman (34 tahun) menjawab pertanyaan dari seseorang yang berbicara menggunakan Bahasa Inggris.
Saat menjawab pertanyaan, Denman mengatakan ia mengemban misi untuk mengendalikan bandara dan memastikan keamanan di wilayah sekitar, namun tidak jelas bagaimana ia dan timnya berencana membawa Maduro masuk pesawat.
"Saya sedang membantu rakyat Venezuela mendapatkan kembali hak untuk mengendalikan negara mereka," kata Denman dalam video tersebut.
Maduro sendiri juga sempat memperlihatkan dua buah paspor dengan lambang negara Amerika Serikat saat jumpa pers Senin lalu (4/5). "Mereka yang ditangkap dalam penyerbuan tersebut adalah warga Amerika Serikat Airan Berry Sack, yang mengaku sebagai seorang tentara bayaran profesional AS, dan ajudan (Presiden AS) Donald Trump, dan Luke Alexander Denman, juga merupakan ajudan Donald Trump. Mereka dan seluruh anggota kelompok teroris tersebut sudah mengaku," kata Maduro.
Dilaporkan bahwa Denman dan Berry adalah mantan anggota pasukan khusus yang pernah bekerja sama dengan Jordan Goudreau, seorang veteran militer Amerika yang mengepalai Silvercorp USA, perusahaan keamanan yang berpusat di Florida. Jordan Goudreau menyatakan dia serta Luke dan Airan memang ditugaskan dalam operasi militer bersandi "Gideon" untuk menangkap Maduro serta menumbangkan rezim pemerintahan Venezuela.
Diketahui, AS memutuskan hubungan diplomatik dengan Venezuela pada 2019. Kala itu, Trump dan Maduro saling kecam soal situasi krisis politik dan ekonomi di negara tersebut. Trump juga lebih mengakui tokoh oposisi Venezuela, Juan Guaido, sebagai presiden interim dibandingkan Maduro.
(wk/luth)