Maudy Ayunda telah merancang mimpi-mimpinya sejak kecil. Setelah lulus magister nanti, ia sudah merencanakan beberapa proyek yang sejalan dengan program studinya.
- Wahyu
- Selasa, 12 Mei 2020 - 14:42 WIB
WowKeren - Maudy Ayunda adalah salah satu publik figur yang sangat mementingkan pendidikan. Setelah lulus S1 di Oxford University, Maudy Ayunda bahkan diterima di dua universitas ternama dunia sekaligus, yakni Harvard dan Stanford. Namun, akhirnya Maudy menjatuhkan pilihannya ke Stanford University yang berada di Amerika Serikat untuk melanjutkan S2-nya.
Bukan hal yang mudah tentunya bagi Maudy bisa mencapai posisi saat ini. Banyak yang ia korbankan demi kelancarannya menuntut ilmu di negeri Paman Sam itu. Banyak mimpi-mimpi yang telah dirancang Maudy dan akan diwujudkan setelah ia lulus nanti.
Setelah merampungkan studi magister, Maudy telah mempersiapkan beberapa proyek yang sejalan dengan program yang ia ambil di Universitas Stanford, AS. Bagi Maudy, bekal ilmu yang ia dapat selama menempuh studi S1 dan S2 ini sudah cukup untuknya membuat suatu perubahan bagi dirinya dan lingkungan sekitar.
"PhD (studi doktoral) kayaknya enggak karena menurutku ini waktu untuk do something. Habis ini (studi S2) pengennya melakukan sesuatu," ungkap Maudy dikutip dari Republika, Selasa (12/5).
Maudy mengaku belum mengetahui kepastian bentuk dari beberapa proyek yang tengah dalam tahap eksplorasi dan pematangan konsep. Yang jelas, proyek-proyek tersebut masih sangat terkait dengan desain kurikulum dan pelatihan pengajar.
Bekal ilmu Maudy saat menempuh studi S1, tepatnya di jurusan politik, filsafat, dan ekonomi (PPE), diakuinya adalah salah satu mimpinya selama ini. Menurut Maudy, jenjang sarjana tersebut mengajarkannya memiliki cara berpikir yang kritis dan rasional.
Menjadikan Stanford sebagai tempat studi S2-nya, Maudy mengaku bersyukur karena merasa pilihannya tepat. Aktris sekaligus penyanyi ini menyebut jika Stanford sangat inklusif dan terbuka.
Bintang film "Perahu Kertas" itu mengatakan, pendidikan adalah minat tersembunyi yang dia miliki sejak kecil. Itu sebabnya Maudy mengambil gelar ganda di bidang pendidikan, selain jurusan utama di bidang bisnis.
Sejak kecil hingga duduk di bangku SMP, Maudy bercita-cita menjadi guru jika kelak dewasa. Lama-kelamaan, dia menganalisis hal yang dia suka dari guru adalah sosok yang menginspirasi dan memberdayakan murid, membantu murid berpikir dan belajar.
"Aku tetap mau jadi guru, tapi secara konsep, bukan guru yang ada di kelas. Dari sisi enabler, ingin ambil jalur yang bisa aku lakukan untuk pendidikan," ungkap pendiri Maudy Ayunda Foundation tersebut.
(wk/wahy)