Tolak Kebijakan Trump Buka Lockdown, Pakar Medis AS Anthony Fauci Peringatkan Ancaman Bahaya Ini
Getty Images
Dunia

Pakar medis kenamaan tersebut menerangkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mengalami 'kematian sia-sia' jika bersikukuh kembali membuka lockdown terlalu cepat.

WowKeren - Pakar medis Anthony Fauci mengklaim bahwa Amerika Serikat (AS) berisiko menghadapi ancaman serius jika negara mereka kembali dibuka di tengah wabah virus corona (COVID-19). Pernyataan Fauci ini muncul setelah laporan berita bahwa Gedung Putih berusaha keras membuka kembali lockdown AS, seperti yang dinyatakan oleh Presiden Donald Trump.

Berbicara melalui telekonferensi, Dr Fauci menerangkan terdapat sejumlah titik pengawasan yang harus diperhatikan dalam panduan membuka wilayah. Dia menuturkan jika kota, negara bagian, bahkan pemerintah pusat melewatkan satu titik saja, dia khawatir bakal ada kasus baru yang bisa menjadi bencana.

"Tidak diragukan, bahkan dalam keadaan penerapan mitigasi terbaik, bakal terjadi kasus baru saat dilakukan pembukaan," kata Anthony Fauci.

Dilansir BBC pada Rabu (13/5), Fauci juga menekankan pentingnya ada persiapan jika tiba-tiba mereka menghadapi kasus penularan lain. Pakar medis AS itu mengatakan kalau pun nantinya terjadi penurunan laporan infeksi, bukan berarti virus corona ini telah menghilang.

Hal ini lantaran virus corona mempunyai tingkat penularan sangat tinggi. Sangat mungkin mereka bisa menghadapi peristiwa serupa pada musim gugur nanti. "Saya harap jika kami mempunyai penanganan yang bagus menghadapi gelombang kedua, kami bisa menyikapinya guna mencegahnya mewabah lagi," paparnya menambahkan.


Dia juga menerangkan, terdapat sejumlah vaksin yang tengah dikembangkan saat ini. Meski mengaku optimis, dia menekankan belum ada jaminan vaksinnya efektif. "Kami mempunyai beberapa kandidat, dan saya harap semuanya efektif. Dengan kata lain, akan menjadi banyak tembakan ke gawang," jelasnya.

Tak hanya berbicara di depan senat, dalam surelnya yang dikirimkan pada The New York Times ia juga mengungkapkan AS bakal mengalami "kematian sia-sia" jika lockdown dibuka terlalu cepat. "Jika kami sampai melewatkan satu titik pada rencana Open America Again, bisa saja kami bakal mengalami gelombang infeksi berkali-kali," urainya.

Selain Fauci, Badan Kesehatan Amerika Serikat alias Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga mengungkapkan hal serupa. Namun pihak CDC lebih menyoroti kebijakan Gedung Putih untuk membuka kembali industri penerbangan. Disebutkan pula bahwa pejabat CDC mendesak pemerintah mempertimbangkan kembali prosedur pemeriksaan suhu tubuh sebagai screening awal corona di bandara.

Menurut laporan USA Today, Gedung Putih memang sedang berusaha untuk menghidupkan kembali kebijakan pemeriksaan wisatawan dengan prosedur pemindaian termal di 20 bandara AS. Kepala staf Trump, Mark Meadows, mengatakan upaya itu akan berhasil dan mampu membuat wisatawan merasa aman saat bertandang ke AS.

Tetapi Martin Cetron, direktur CDC untuk mitigasi dan karantina global, sama sekali tak menyetujui wacana tersebut. "Pemindaian termal seperti yang diusulkan adalah strategi kontrol dan deteksi yang dirancang dengan buruk karena kami telah belajar dengan sangat jelas," tulisnya dalam email ke pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri. "Kita harus memusatkan sumber daya CDC kita di mana ada dampak dan kemungkinan keberhasilan misi."

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait