Warga AS Disebut Lebih Percaya pada Pakar Medis Anthony Fauci Dibandingkan Trump, Ini Buktinya
Getty Images
Dunia

Belum lama ini Fauci terang-terangan menyampaikan penolakan dan memberikan peringatan akan adanya ancaman besar jika Trump benar-benar membuka kembali AS di tengah pandemi corona.

WowKeren - Warga Amerika Serikat (AS) rupanya lebih memilih memercayai perkataan pakar medis kenamaan Anthony Fauci dibandingkan Presiden mereka, Donald Trump. Laporan ini beredar tak lama setelah Fauci terang-terangan menyampaikan penolakan dan memberikan peringatan akan adanya ancaman besar jika Trump benar-benar membuka kembali negara mereka di tengah pandemi corona (COVID-19).

Dikutip dari The Jakarta Post pada Kamis (14/5), hal ini terbukti saat sejumlah universitas di California menunda pembukaan kegiatan belajar-mengajar yang awalnya direncanakan mulai sejak Selasa (12/5). Rektor California State University mengatakan seluruh kelas di kampusnya akan dibatalkan untuk semester yang dimulai pada bulan September, dan akan kembali dilaksanakan secara online.

"Universitas kami, ketika dibuka tanpa batasan dan secara langsung, seperti norma tradisional masa lalu, adalah tempat di mana lebih dari 500 ribu orang berkumpul bersama dalam jarak yang dekat dan bersemangat satu sama lain setiap hari," tutur sang rektor. "Pendekatan itu, sayangnya, tidak ada dalam kartu sekarang."

Bukan hanya itu, pemerintah Los Angeles juga memilih untuk memperpanjang masa karantina wilayah mereka hingga tiga bulan mendatang. "Sementara Safer at Home akan tetap diberlakukan selama beberapa bulan ke depan, pembatasan akan secara bertahap dilonggarkan," kata Direktur Kesehatan Los Angeles, Barbara Ferrer.

Di sisi lain, sebelumnya Anthony Fauci mengklaim bahwa Amerika Serikat (AS) berisiko menghadapi ancaman serius jika negara mereka kembali dibuka di tengah wabah virus corona (COVID-19). Pernyataan Fauci ini muncul setelah laporan berita bahwa Gedung Putih berusaha keras membuka kembali lockdown AS, seperti yang dinyatakan oleh Presiden Donald Trump.


Berbicara melalui telekonferensi, Dr Fauci menerangkan terdapat sejumlah titik pengawasan yang harus diperhatikan dalam panduan membuka wilayah. Dia menuturkan jika kota, negara bagian, bahkan pemerintah pusat melewatkan satu titik saja, dia khawatir bakal ada kasus baru yang bisa menjadi bencana.

Fauci juga menekankan pentingnya ada persiapan jika tiba-tiba mereka menghadapi kasus penularan lain. Pakar medis AS itu mengatakan kalau pun nantinya terjadi penurunan laporan infeksi, bukan berarti virus corona ini telah menghilang.

Hal ini lantaran virus corona mempunyai tingkat penularan sangat tinggi. Sangat mungkin mereka bisa menghadapi peristiwa serupa pada musim gugur nanti. "Saya harap jika kami mempunyai penanganan yang bagus menghadapi gelombang kedua, kami bisa menyikapinya guna mencegahnya mewabah lagi," paparnya menambahkan.

Dia juga menerangkan, terdapat sejumlah vaksin yang tengah dikembangkan saat ini. Meski mengaku optimis, dia menekankan belum ada jaminan vaksinnya efektif. "Kami mempunyai beberapa kandidat, dan saya harap semuanya efektif. Dengan kata lain, akan menjadi banyak tembakan ke gawang," jelasnya.

Tak hanya berbicara di depan senat, dalam surelnya yang dikirimkan pada The New York Times ia juga mengungkapkan AS bakal mengalami "kematian sia-sia" jika lockdown dibuka terlalu cepat. "Jika kami sampai melewatkan satu titik pada rencana Open America Again, bisa saja kami bakal mengalami gelombang infeksi berkali-kali," urainya.

Amerika Serikat sendiri memang menjadi negara dengan jumlah kasus maupun kematian akibat COVID-19 tertinggi di dunia. Hingga berita ini ditulis, AS telah mencatatkan sebanyak lebih dari 1,43 juta kasus corona, dengan 85 ribu korban jiwa.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait