Tes Virus Corona yang Digunakan untuk Menguji Trump dan Pejabat Gedung Putih Ternyata Tak Akurat
AP
Dunia

Studi terbaru oleh peneliti NYU Langone Health menemukan bahwa alat tes yang diproduksi oleh Abbott Laboratories tersebut kehilangan sepertiga dari kasus positif yang terdeteksi.

WowKeren - Studi terbaru menunjukkan tes cepat virus corona yang dipuji oleh Presiden AS Donald Trump dan digunakan untuk menguji pejabat Gedung Putih menghasilkan negatif palsu di sebagian besar kasus. Tes itu jadi perhatian ketika mendapat persetujuan dan ditunjukkan oleh Trump di Gedung Putih pada akhir Maret lalu.

Dilansir dari CNN pada Jumat (15/5), studi terbaru oleh peneliti NYU Langone Health itu menemukan bahwa alat yang diproduksi oleh Abbott Laboratories tersebut menghasilkan positif dalam lima menit dan negatif 13 menit. Berbeda dengan alat lain yang memiliki waktu penyelesaian 45 menit.

Peneliti membandingkan tes Abbott dengan perangkat lain. Hasilnya ditemukan bahwa alat itu kehilangan sepertiga dari kasus positif yang terdeteksi ketika menggunakan swab hidung diangkut dalam larutan cair. Kemudian 48 persen dari tes menggunakan swab kering.

Dilaporkan pula bahwa para penulis penelitian di NYU Langone Health mengatakan tes Abbott sangat tidak akurat sehingga "tidak dapat diterima" untuk digunakan oleh pasien. Seorang ahli penyakit menular bahkan mengatakan seharusnya Gedung Putih berpikir ulang tentang penggunaan tes Abbott.


Namun hasil penelitian yang belum ditinjau dan dipublikasikan di jurnal medis tersebut ditentang oleh Abbott. Perusahaan farmasi itu mengatakan tidak jelas apakah sampel diambil dengan benar.

"Abbott telah mendistribusikan lebih dari 1,8 juta tes ID NOW dan tingkat negatif palsu yang dilaporkan kepada Abbott adalah 0,02 persen," kata juru bicara perusahaan, Scott Stoffel. Menurutnya, studi lain oleh University of Detroit menemukan bahwa tes itu 98 persen akurat.

Penulis studi NYU mengaku menyelidiki tes itu karena kecepatan yang dihasilkan dipandang berguna bagi institusi, khususnya departemen darurat medis. Sebagai perbandingan, tes yang dilakukan oleh Roche menunjukkan hasil dalam 3,5 jam. Sementara tes lain oleh Cepheid membutuhkan waktu 45 menit, dan keduanya memiliki keandalan yang sama.

Tes-tes tersebut mencari bahan genetik virus dan menggunakan metode yang dengan cepat membuat salinan untuk memperkuat sampel yang awalnya kecil ke tingkat yang dapat dideteksi.

Di sisi lain, awal April lalu Trump menjajal tes virus corona dengan metode cepat yang hasilnya bisa diketahui dalam 15 menit. Trump mengaku penasaran ingin mengetahui seberapa cepat alat itu bekerja. Itu merupakan tes COVID-19 kedua yang dijalani oleh Trump. Sama dengan hasil sebelumnya, Trump kembali dinyatakan negatif corona.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait