Bongkar Aib, Tiongkok Desak AS Segera Bayar Utang Miliaran Dolar pada PBB
Dunia

Tiongkok baru saja mengeluarkan pernyataan yang menyerukan semua negara anggota PBB untuk secara aktif memenuhi kewajiban keuangan. Tiongkok juga mengklaim bahwa AS adalah debitur terbesar.

WowKeren - Babak baru perseteruan Tiongkok dan AS kembali memanas. Pasalnya, Tiongkok baru saja mengeluarkan pernyataan yang menyerukan semua negara anggota PBB untuk secara aktif memenuhi kewajiban keuangan kepada PBB. Bahkan negeri Tirai Bambu itu juga menekankan bahwa AS berutang lebih dari 2 miliar dolar AS kepada PBB.

"Pada 14 Mei, total dana yang belum dibayar di bawah anggaran rutin PBB dan anggaran pemeliharaan perdamaian masing-masing mencapai 1,63 miliar dan 2,14 miliar dolar AS," kata pernyataan Tiongkok mengutip laporan dari kantor Sekretaris Jenderal PBB dan pertemuan yang diadakan Kamis sebelumnya, dikutip dari Channel News Asia pada Senin (18/5).

Dalam lanjutan keterangannya, Tiongkok mengklaim bahwa AS adalah debitur terbesar anggaran rutin PBB. "Termasuk tunggakan selama beberapa tahun, AS adalah debitur terbesar anggaran rutin dan pemeliharaan perdamaian, masing-masing memiliki 1,165 miliar dan 1,332 miliar dolar AS," lanjut pernyataan pihak Tiongkok.

AS sendiri adalah kontributor terbesar untuk anggaran PBB. Negeri Paman Sam itu membayar 22 persen dari biaya operasional tahunan PBB, yang angka tagihannya berjumlah sekitar 3 miliar dolar. AS juga harus membayar 25 persen dari iuran operasi pemeliharaan perdamaiannya, yang berjumlah sekitar 6 miliar dolar AS per tahun.


Washington seharusnya membayar 27,89 persen dari anggaran pemeliharaan perdamaian. Namun, keputusan yang dibuat oleh Kongres dan dilaksanakan oleh Presiden Donald Trump pada 2017 memotong pembayaran itu menjadi 25 persen, yang berarti Washington kurang membayar sebesar 200 juta dolar AS.

Pembayaran kontribusi oleh negara-negara anggota untuk operasi penjaga perdamaian memiliki dampak langsung pada penggantian yang dibayarkan PBB kepada negara-negara yang berkontribusi pasukan perdamaian, termasuk Indonesia.

Dikutip dari Republika, dalam sebuah laporan pada 11 Mei, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres memperingatkan bahwa mungkin ada penundaan yang signifikan menjelang pertengahan tahun, kecuali posisi uang tunai di berbagai misi meningkat secara signifikan.

Pada Kamis, sekitar 50 dari 193 negara anggota, termasuk Tiongkok, telah membayar kontribusi mereka sepenuhnya. Tiongkok membayar sekitar 12 persen dari biaya operasional PBB dan sekitar 15 persen dari anggaran pemeliharaan perdamaian.

Di sisi lain, belakangan ini perseteruan antara AS dan Tiongkok sendiri memang kian memanas sejak merebaknya wabah virus corona (COVID-19). AS diketahui menjadi negara yang gencar menyalahkan Tiongkok atas pandemi ini, bahkan menyerukan penelitian pada laboratorium di Institut Virologi Wuhan, yang mereka klaim sebagai sumber virus corona.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait