116 Negara Kompak Dukung Australia Serukan Penyelidikan Virus Corona
Dunia

Penyelidikan independen terhadap pandemi corona pertama kali didorong oleh Australia. Rencananya, resolusi untuk penyelidikan ini akan disahkan dalam pertemuan Majelis Kesehatan Dunia pada Selasa (19/5) nanti.

WowKeren - Lebih dari 100 negara menyerukan penyelidikan independen terhadap pandemi virus corona (COVID-19). Rencananya, resolusi untuk penyelidikan independen akan disahkan dalam pertemuan Majelis Kesehatan Dunia pada Selasa (19/5) nanti.

Dikutip dari Daily Telegraph pada Senin (18/5), setidaknya 116 negara telah menyerukan penyelidikan independen terkait pandemi virus corona kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Di antara negara yang mendukung yakni Inggris, Kanada, India, Jepang, Selandia Baru, Rusia, dan termasuk 50 negara Afrika dan semua negara anggota Uni Eropa.

Negara-negara tersebut menyerukan WHO untuk memulai proses penyelidikan bertahap yang tidak memihak, independen, dan komprehensif, termasuk menggunakan mekanisme-mekanisme penyelidikan yang sudah ada.

"Mengakui kebutuhan semua negara untuk memiliki akses yang tepat waktu terhadap diagnostik, terapi, obat-obatan, dan vaksin yang berkualitas, aman, berkhasiat, dan terjangkau. Serta teknologi kesehatan yang esensial juga komponen peralatan untuk menanggapi COVID-19," tulis sebagian isi resolusi itu.


Draf resolusi itu tidak secara khusus menyebutkan Tiongkok atau Beijing. Tetapi Tiongkok telah menghadapi peningkatan pengawasan internasional atas penanganan awal terhadap wabah COVID-19. Beijing sendiri sebelumnya mengatakan hanya akan mendukung penyelidikan yang dilakukan oleh WHO.

"Kami terbuka, transparan, tidak ada yang disembunyikan, kami tidak perlu takut. Kami menyambut tinjauan internasional yang independen, tapi harus diatur oleh WHO," kata Duta Besar Tiongkok untuk Inggris, Loi Xiaoming, pekan lalu.

Penyelidikan independen terhadap pandemi virus corona pertama kali didorong oleh Australia. Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, mengatakan bahwa negara-negara di seluruh dunia perlu mengetahui asal usul virus yang kini menjadi pandemi global tersebut.

Hal itu membuat Tiongkok geram dan mengancam akan melakukan tindakan balasan terhadap ekonomi Australia. Duta besar Tiongkok untuk Australia, Cheng Jingye, menyebut usulan penyelidikan itu sangat berbahaya.

Sejak saat itu, Tiongkok telah menangguhkan impor daging sapi dari empat pemasok terbesar di Australia. Tiongkok juga mengancam akan menghentikan pengiriman mahasiswanya ke sejumlah perguruan tinggi di Australia. Sektor pendidikan merupakan salah satu pemasukan utama bagi negara tersebut.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait