Digempur Corona, Presiden Tiongkok Ditantang Tingkatkan Pendapatan Negara Sampai 2 Kali Lipat
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, harus berhadapan dengan janjinya meningkatkan PDB negara hingga 2 kali lipat dibanding akhir dekade lalu. Padahal saat ini perekonomian Tiongkok tengah diguncang Corona.

WowKeren - Pandemi virus Corona diketahui tak hanya melumpuhkan sektor kesehatan tetapi juga perekonomian. Namun belum lama ini Presiden Tiongkok Xi Jinping seolah memberi sinyal negaranya bisa meningkatkan pendapatan domestik bruto (PDB / GDP) hingga 2 kali lipat.

Media Tiongkok South China Morning Post awalnya mengutip pidato Xi pada 2019 lalu, yakni Tiongkok saat ini sudah berhasil membangun peradaban yang komprehensif. Salah satu parameter keberhasilannya adalah dengan meningkatkan PDB.


Kendati meyakini tujuan itu masih bisa tercapai, banyak yang menduga perjalanan yang ditempuh sangat panjang. Sebab pada kuartal pertama tahun 2020 saja Tiongkok harus melakukan kontraksi besar-besaran terhadap perekonomiannya, yakni mencapai 6,8 persen.

Kontraksi ini dicapai usai pemerintah menurunkan paket stimulus keuangan sampai CNY 3,6 triliun atau setara USD 506 miliar dan memangkas biaya produksi hingga CNY 4 triliun. Sayangnya dengan berbagai stimulus ini pendapatan negara tetap berkurang jauh dari ekspektasi.

Namun kekinian Xi justru menyebut tak akan lagi berpacu pada pertumbuhan PDB. Dalam kongres bulan lalu, Xi menekankan menekankan tak berartinya mengejar pertumbuhan ekonomi ketika saat ini aspek kehidupan lain justru lebih penting.

"Bagaimana kondisi kehidupan masyarakat saat ini adalah hal yang paling penting," kata Xi, dilansir pada Selasa (2/6). "Kita harus memandu setiap lapisan masyarakat (tentang situasi terkini) dan mencegah berpacu pada target tinggi namun mengabaikan kondisi yang ada."

Namun Xi sendiri masih menyimpan harapan bisa mencapai tujuannya meningkatkan PDB negara sampai 2 kali lipat. Hanya saja ia menekankan tak berarti setiap daerah harus bisa ikut meningkatkan PDB tersebut.

Di sisi lain, Deputi Pengarah Komite Bidang Ekonomi Tiongkok, Yang Weimin, menyatakan target peningkatan PDB itu sebenarnya sudah hampir tercapai. Sebab saat ini PDB Tiongkok 2020 sudah mencapai 1,95 persen dibanding tahun 2010 silam, yakni naik dari 1 ke 3 persen.

"Kuncinya adalah dengan memenangkan kepercayaan masyarakat dan memastikan kampanye penurunan kemiskinan berhasil," jelas Yang. "Sedangkan pemerintah pusat fokus untuk mengatur keberjalanan pasar."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts