Brasil Gelar Aksi Protes Tindakan Rasis Presiden Bolsonaro
Getty Images
Dunia

Selama ini Presiden Brasil Jair Bolsonaro memang sering memicu kontroversi akibat beragam komentarnya yang kerap dianggap bernada rasis, homofobia, dan seksis.

WowKeren - Presiden Brasil Jair Bolsonaro kembali menuai kontroversi. Bukan lagi soal kebijakannya dalam menangani pandemi virus corona (COVID-19) yang dinilai malah merugikan kesehatan masyarakat, kali ini warga Brasil justru menggelar aksi demo atas sikap rasis sang Presiden.

Warga Brasil menggelar aksi demonstrasi di Sao Paulo dan Brasilia untuk memprotes sikap rasisme dan fasisme Presiden Jair Bolsonaro. Ratusan demonstran berkumpul di pusat kota mengecam sikap Bolsonaro selama ini. Demo yang berlangsung pada Minggu (7/6) ini merupakan protes pertama sejak pandemi corona.

Dilansir dari CNN pada Senin (8/6), demonstran yang mayoritas mengenakan masker memegang spanduk yang bernada protes atas siap Bolsonaro selama ini. Rata-rata spanduk-spanduk bertuliskan "Semua orang butuh demokrasi", "Melawan rasisme dan fasisme", dan "Terorisme adalah kebijakan pemerintah yang bisa memusnahkan".

Disebutkan bahwa selama ini Bolsonaro memang telah memicu kontroversi lewat komentarnya yang kerap dianggap rasis, homofobia, dan seksis.

Di sisi lain, selain didemo akibat rasisme dan fasisme, Bolsonaro juga mendapatkan kecaman lantaran tidak lagi melaporkan jumlah kasus dan total kematian akibat pandemi virus corona di Brasil.


Sementara itu, pekan lalu Bolsonaro sempat mengancam untuk menarik keluar Brasil dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ancaman itu diungkapkan setelah WHO memperingatkan pemerintah-pemerintah atas risiko mencabut karantina wilayah sebelum memperlambat penyebaran virus corona (COVID-19). Diketahui, Brasil sendiri menjadi negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi kedua di dunia.

Catatan tertinggi baru Brasil untuk korban tewas akibat corona telah melewati yang terjadi di Italia pada Kamis (4/6) lalu. Kendati demikian, Presiden Bolsonaro terus mendesak untuk mencabut lockdown secepatnya, serta mengatakan bahwa perekonomian negara jauh lebih penting.

Terkait masalah ini, juru bicara WHO Margaret Harris mengatakan kriteria kunci mencabut karantina wilayah adalah penularan yang melambat. Harris mengatakan di antara enam kriteria terpenting untuk melonggarkan karantina salah satunya adalah secara ideal penularan mengalami penurunan.

"Epidemi, wabah, di Amerika Latin sungguh memprihatinkan," katanya dalam konferensi pers di Jenewa.

Menanggapi pernyataan WHO, Bolsonaro lantas berkomentar bahwa Brasil akan mempertimbangkan meninggalkan organisasi tersebut kecuali bila badan PBB itu berhenti menjadi satu "organisasi politik yang berpihak". Pernyataan Bolsonaro ini tentu saja serupa dengan apa yang dikatakan oleh Presiden Donald Trump yang mengakhiri hubungannya dengan WHO bulan lalu, dan menyebut badan tersebut adalah boneka Tiongkok.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait