Uni Eropa Siap Beli 6 Vaksin COVID-19, Kecuali Produksi Amerika Serikat
Nasional

Washington sebelumnya telah memberi sinyal jika Amerika Serikat tidak akan menjual vaksin mereka keluar negeri sebelum kebutuhan dalam negeri mereka terpenuhi.

WowKeren - Komisi Uni Eropa mendapatkan mandat dari negara-negara Uni Eropa untuk membeli kandidat vaksin COVID-19 yang menjanjikan. Adapun vaksin yang dimaksud adalah yang diproduksi oleh perusahaan farmasi manapun kecuali dari Amerika Serikat.

Uni Eropa siap membayar hingga 6 vaksin kepada perusahaan farmasi terkait, dengan perjanjian jika perusahaan-perusahaan tersebut mau memproduksi kapan pun ketika vaksin sudah memungkinkan untuk diproduksi.

Semua vaksin dalam uji klinis tahun ini pada prinsipnya memenuhi syarat untuk pembelian di muka, namun tidak dengan vaksin produksi Amerika Serikat. Washington sebelumnya telah memberi sinyal jika Amerika Serikat tidak akan menjual vaksin mereka keluar negeri sebelum kebutuhan dalam negeri terpenuhi.

"Sumber dari produsen yang hanya akan memiliki kapasitas produksi di Amerika Serikat tidak akan menjadi opsi kami," kata seorang pejabat Komisi Uni Eropa seperti dilansir dari Reuters, Jumat (12/6).


Sejumlah perusahaan yang berpusat di Inggris tengah melakukan uji coba vaksin. Beberapa di antaranya adalah AstraZeneca (AZN.L) dan GlaxoSmithKline (GSK.L), Sanofi Perancis (SASY.PA), dan pemain AS Pfizer (PFE.N), Novavax (NVAX.O), dan Johnson & Johnson (JNJ.N).

Rencana tersebut datang menyusul kekhawatiran jika Eropa tidak akan memiliki cukup akses apabila vaksin telah dikembangkan nanti untuk populasi mereka. Untuk itu, komisi Uni Eropa berencana akan meminta para menteri kesehatan negara Eropa untuk mendukung rencana tersebut.

Untuk perusahaan AS yang memiliki fasilitas produksi di Eropa, juga memungkinkan untuk dijadikan opsi. Meski demikian, pejabat tersebut tidak mengungkap secara pasti perusahaan mana yang dimaksud.

Rencana ini nantinya akan memberikan garansi finansial pada perusahaan farmasi jika mereka menghadapi kerugian besar apabila vaksin gagal. Adapun dana untuk membeli vaksin ini akan dialokasikan dari dana darurat Uni Eropa sebesar 2,4 miliar Euro.

"Kami membayar di muka sebagian besar dari investasi yang dibutuhkan," kata pejabat itu dalam konferensi pers. "Dengan imbalan komitmen dari produsen farmasi untuk memberi kami vaksin ketika tersedia."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait