Mahathir Dukung Joe Biden di Pilpres AS: Bencana Kalau Trump Kembali Terpilih!
Getty Images
Dunia

Mahathir mengaku mengikuti perkembangan demo besar-besaran di AS setelah kematian George Floyd dan mengaku terkejut dengan reaksi Trump yang ingin mengerahkan tentara menghadapi demonstran.

WowKeren - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, terang-terangan mengaku mendukung Capres dari Partai Demokrat, Joe Biden, di pilpres AS November mendatang. Mahathir bahkan mengklaim jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali terpilih dalam pilpres mendatang, maka itu akan menjadi sebuah bencana.

Mahathir menuturkan, mantan wakil presiden AS Joe Biden sebagai kandidat dari Partai Demokrat adalah pilihan yang lebih masuk akal dan dia lebih menunjukkan sikap empati terhadap kerusuhan yang baru-baru ini terjadi di AS akibat kematian pria kulit hitam, George Floyd, oleh polisi kulit putih di Kota Minneapolis.

"Saya tidak tahu apakah dia (Trump) akan terpilih kembali atau tidak, tapi saya berharap Biden berbeda dengan Trump," ujar Mahathir, dikutip dari South China Morning Post pada Senin (15/6).

Mahathir menuturkan dia mengikuti perkembangan demonstrasi besar-besaran di AS setelah kematian George Floyd. Dia mengaku terkejut dengan reaksi Trump yang ingin mengerahkan tentara menghadapi demonstran. "Maksud saya, dia mengancam akan mengerahkan tentara melawan orang yang berdemo. Itu tidak pernah terjadi," kata Mahathir melanjutkan.


"Dia (Trump) memecat semua anak buahnya yang tidak sepakat dengannya, kata Mahathir lagi. "Itu seperti di negara Dunia Ketiga. Di Malaysia kami mungkin melakukannya juga. Kalau tidak suka anak buah, kita pecat. Tapi ini Amerika sangat-sangat liberal dan toleran dan semacamnya," tambahnya lagi.

Terkait demonstrasi anti-rasisme yang tengah berlangsung di AS, Mahathir mengatakan ia terkejut ketika Trump pada pekan lalu menganggap salah satu pedemo lansia yang terluka parah setelah didorong polisi merupakan penyabotase yang terkait dengan gerakan protes sayap kiri, Antifa.

"Bagaimana Anda bisa mengatakan hal itu? Anda harus memiliki bukti yang jelas. Apakah (Gugino) benar-benar berpura-pura atau apakah yang sebenarnya terjadi? Seluruh media mengatakan insiden itu benar-benar nyata," imbuhnya.

Bukan hanya kasus George Floyd dan demi anti-rasisme saja, tokoh Malaysia berusia 94 tahun itu juga menyoroti sikap Trump yang selama ini telah memperburuk ketegangan dan stabilitas global, terutama terkait persaingan antara AS dengan Tiongkok. Mahathir dengan tegas membantah klaim pemerintahan Trump yang menyebut Tiongkok harus bertanggung jawab atas pandemi corona (COVID-19).

"Saya tidak pernah berpikir dia (Trump) akan menang, tetapi ternyata dia menang. Sekarang orang-orang mengatakan masih ada banyak yang akan mendukungnya. Ini akan menjadi bencana," tukasnya.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait