Kasus Infeksi COVID-19 Masih Tinggi, Inggris Bakal Buka Semua Sekolah pada September
AP
Dunia

Kendati demikian, Sekretaris Pendidikan Inggris Gavin Williamson tidak dapat menjamin rencana tersebut akan benar-benar terlaksana lantaran perlunya menimbang perkembangan kasus COVID-19.

WowKeren - Pemerintah Inggris dilaporkan berencana membuka semua sekolah pada September mendatang, menimbang tingginya kasus infeksi COVID-19 yang masih terjadi di negara monarki tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Pendidikan Inggris, Gavin Williamson. Kendati demikian, Williamson tidak dapat menjamin rencana tersebut akan benar-benar terlaksana lantaran perlunya menimbang perkembangan kasus COVID-19.

Dilansir dari CNN, para kepala sekolah khawatir sistem pembelajaran akan terganggu. Mewakili sebagian besar kepala sekolah menengah, Sekretaris Umum Asosiasi Kepala Sekolah Geoff Barton mengatakan tahun ajaran berikutnya siswa akan masuk sekolah secara bergiliran, pembelajaran di kelas dan di rumah setiap pekannya.

Sekolah di Inggris diizinkan melakukan proses belajar mengajar dengan kapasitas seperempat dari siswa kelas 10 dan 12 setiap hari. Beberapa survei menunjukkan satu dari lima sekolah kemungkinan tidak bisa langsung mengizinkan sekolah semua muridnya.

Barton mengatakan orangtua dapat diyakinkan dengan tingkat persiapan yang matang di sekolah dan memuji upaya pembukaan kembali sebagai langkah tepat menuju kenormalan baru. Namun dia berharap pemerintah Inggris bisa berbuat lebih banyak untuk membuat siswa kembali ke sekolah sebelum akhir musim panas.


"Di Wales, harapannya adalah setiap anak memiliki pengalaman di sekolah dan bertemu guru mereka sebelum musim panas. Bagi saya, tampaknya itu merupakan ambisi inklusif dan sangat baik, bahwa tidak masalah apa latar belakang atau angkatan tahun, Anda akan memiliki waktu di sekolah di mana guru Anda bisa menilai bagaimana Anda belajar," kata Barton.

Akan tetapi Barton mengaku tidak melihat rencana pemerintah membuka kembali sekolah pada September akan berjalan lancar ketika banyak pembatasan virus corona masih berlaku.

"Yang kami katakan kepada anggota adalah mereka harus merencanakan dua skenario: pertama semua anak kembali, tapi juga merencanakan kemungkinan semua anak-anak tidak akan kembali (ke sekolah) - dan dengan asumsi jika memiliki setengah dari setiap angkatan dalam satu waktu, akan terlihat seperti apa?".

Sementara itu, beberapa sekolah yang kembali dibuka pada pekan ini mengatakan sedang sibuk mengatur aturan menjaga jarak. Para murid yang sebagian besar berusia 15 dan 17 tahun telah diberitahu untuk tidak berbagi tumpangan saat naik mobil dan memakai masker jika naik transportasi umum.

Sementara itu, pemerintah berharap pembukaan kembali sekolah menengah bisa berjalan lancar dibandingkan pembukaan sekolah dasar. Hampir setengah dari semua sekolah dasar dibuka pada pekan pertama bulan ini, sementara sebagian besar orangtua dan murid tinggal di rumah.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait