'365 Days' Dianggap Tonjolkan Kekerasan Seksual dan Pemerkosaan, Netflix Tuai Kecaman
Netflix
Film

'365 Days' bercerita tentang seorang wanita yang diculik oleh bos mafia. Wanita itu tak dilepaskan sampai ia bisa jatuh cinta kepada si mafia selama 365 hari disekap.

WowKeren - Netflix menerima kritik dan kecaman atas film "365 Days". Bahkan raksasa streaming tersebut medapatkan sebuah surat terbuka yang menyebut "365 Days" menonjolkan kisah kekerasan, pemerkosaan, penculikan, dan perdagangan seksual.

Surat terbuka itu disampaikan kepada CEO Netflix dari penyanyi asal Inggris, Duffy. Dalam surat yang ia tulis, pelantun "Mercy" itu menyampaikan pengaruh cerita tersebut yang dapat diterima berbeda bagi banyak orang khususnya kaum wanita.


Sebagaimana diketahui, "365 Days" sendiri bercerita tentang seorang perempuan yang diculik oleh bos mafia. Perempuan tersebut tak dilepaskan sampai dirinya bisa jatuh cinta kepada sang pria selama 365 hari disekap.

"'365 Days' mengagungkan kenyataan brutal soal perdagangan seks, penculikan, dan pemerkosaan. Ini semua tidak boleh menjadi ide hiburan bagi siapapun, juga tak bisa dideskripsikan seperti itu, atau dikomersialisasi dengan cara seperti itu," tulis Duffy dalam suratnya, dilansir dari NME pada Jumat (3/7).

Dalam surat itu dia juga mengungkap pengalaman pribadi diperkosa, dibius, dan diculik. "Saya mendorong jutaan orang yang menikmati film ini untuk merenungkan realitas penculikan dan perdagangan, kekerasan dan eksploitasi seksual, dan pengalaman yang merupakan kebalikan dari fantasi berkilau yang digambarkan dalam cerita film tersebut," lanjutnya.

Duffy menilai tak seharusnya kejahatan penculikan dan perdagangan seks menjadi hiburan erotis yang dipertontonkan. "Sangat menyedihkan Netflix menyediakan wadah untuk 'film' semacam itu, yang menjadikan penculikan secara erotis dan mengaburkan kekerasan dan perdagangan seksual sebagai film seksi. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana Netflix bisa menilai betapa berbahaya, insensitif, dan bahaya semua ini," imbuhnya.

Penyanyi itu kemudian mendesak bos Netflix untuk berkomitmen dalam menciptakan konten tentang masalah global penculikan dan perdagangan seks, yang oleh PBB disebut sebagai "pelanggaran berat hak asasi manusia."

"Aku berbicara mewakili mereka yang memiliki pengalaman seperti ini. Semoga Netflix berkomitmen menggunakan sumber daya juga skill untuk menayangkan kebenaran tentang kejahatan ini bukan seperti cerita dalam '365 Days' yang menampilkan sebaliknya," tulisnya lagi.

Duffy sendiri diketahui sempat absen dari musik dan panggung hiburan sejak 2015. Beberapa waktu lalu ia kembali sambil membeberkan pengakuan tentang pemerkosaan yang ia alami. Duffy menguraikan pengalamannya dibius dan diculik sekaligus menjadi tawanan di rumahnya sendiri hingga mengalami pemerkosaan.

Duffy mengatakan dirinya butuh satu dekade untuk memulihkan diri dari peristiwa tersebut. "Sejujurnya, dan tolong percayalah, saya baik-baik saja dan aman sekarang. Saya diperkosa dan dibius dan disekap selama beberapa hari. Tentu saja saya bertahan. Namun, pemulihan butuh waktu. Tidak ada cara mudah untuk mengatakan hal ini," ungkapnya kala itu.

(wk/luth)

You can share this post!