Buntut Bentrokan dengan Tiongkok, India Borong 33 Jet Tempur Rusia
Reuters
Dunia

Jet tempur baru itu terdiri dari 21 buah pesawat jenis MiG-29 dan 12 buah Sukhoi Su-30 MKI. India juga memperbarui sejumlah fitur dari 59 pesawat MiG-29 yang sudah mereka miliki.

WowKeren - Kementerian Pertahanan India menandatangani pembelian 33 jet tempur Rusia dan pembaruan teknologi bagi 59 pesawat militer lainnya senilai USD 2,4 miliar pada Kamis (2/7) waktu setempat.

Pembelian dan pembaruan alat utama sistem pertahanan (alutsista) ini dilakukan ketika India dan Tiongkok tengah bersitegang setelah terlibat bentrok berdarah yang terjadi di Lembah Galwan, Ladakh, perbatasan Himalaya, pada 15 Juni lalu.


Dilansir dari CNN pada Jumat (3/7), puluhan jet tempur baru itu terdiri dari 21 buah pesawat jenis MiG-29 dan 12 buah Sukhoi Su-30 MKI. Sementara itu, India juga memperbarui sejumlah fitur dari 59 pesawat MiG-29 yang sudah mereka miliki.

Kemhan mengatakan pembelian dan modernisasi ini dilakukan demi menambah skuadron tempur angkatan udara India. Selain pengadaan jet tempur, India juga berencana menambah sistem rudal yang dibuat sendiri untuk memperkuat angkatan darat, laut, dan udaranya.

"Peningkatan kemampuan pertahanan India dilakukan karena kebutuhan untuk memperkuat angkatan bersenjata demi melindungi perbatasan kita dan sejalan dengan seruan Perdana Menteri Narendra Modi agar India Mandiri," ujar Kemhan India.

Pembelian puluhan jet tempur ini dilakukan setelah India mengerahkan artileri dan tank ke sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC), di perbatasan dengan Tiongkok. Sebelumnya, India juga memasang sistem pertahanan rudal di kawasan Ladakh untuk memperkuat militernya.

Di sisi lain, ketegangan antar kedua negara bermula saat Beijing mengklaim bahwa India secara sepihak membangun jalan serta jembatan di wilayah garus perbatasan LAC sejak April. Kemudian pada 6 Mei, pasukan India disebut melintasi perbatasan untuk membangun benteng serta barikade.

Merespons hal tersebut, India mengatakan sejak awal Mei, Tiongkok telah menghalangi pola patroli tradisional India di LAC. Hal itu kemudian menyebabkan bentrok pasukan kedua negara di wilayah perbatasan.

Pada 6 Juni, India dan Tiongkok telah menyepakati deeskalasi di LAC. Kedua belah pihak menyatakan komitmen untuk menghormati dan mematuhi LAC serta tidak melakukan aktivitas yang dapat mengubah status quo.

Namun pada 15 Juni, pasukan India dan Tiongkok kembali terlibat bentrok. Sebanyak 20 tentara dari pihak India dilaporkan tewas. Sementara Tiongkok disebut memiliki 40 korban jiwa. Sama seperti sebelumnya, kedua negara kembali saling tuding menjadi pihak yang melanggar LAC.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts