PM Narendra Modi Kunjungi Lokasi Bentrok Pasukan India dan Tiongkok
Getty Images
Dunia

Kunjungan PM Narendra Modi ini berlangsung ketika relasi India dan Tiongkok merenggang setelah militer kedua negara terlibat bentrokan di Ladakh, perbatasan Himalaya, pada 15 Juni lalu.

WowKeren - Perdana Menteri India, Narendra Modi, melakukan kunjungan ke wilayah Ladakh, perbatasan Himalaya, yang merupakan lokasi terjadinya bentrok antar pasukan India dan Tiongkok.

Modi turut didampingi Panglima Militer dan Kepala Staf Angkatan Darat India dalam lawatan ke perbatasan tersebut. Dalam kunjungannya ini, Modi menyambangi pangkalan militer di Nimoo, Ladakh, sekitar 100 kilometer dari lokasi bentrokan.


Modi juga mengunjungi sebuah rumah sakit di dekat perbatasan itu untuk bertemu sejumlah tentara yang terluka dalam bentrokan dan masih dirawat di sana. Kunjungan Modi ini berlangsung ketika relasi India dan Tiongkok merenggang setelah militer kedua negara terlibat bentrokan di perbatasan pada 15 Juni lalu.

Meski Tiongkok dan India sepakat mengambil jalur diplomatik untuk menyelesaikan pertikaian di perbatasan, namun kedua negara terus memperkuat angkatan bersenjata masing-masing di perbatasan termasuk mengerahkan sejumlah sistem alat utama sistem pertahanan (alutsista) ke wilayah tersebut.

Baru-baru ini, India bahkan dilaporkan membeli 33 jet tempur dari Rusia untuk memperkuat keamanan negara. Pembelian puluhan jet tempur ini dilakukan setelah India mengerahkan artileri dan tank ke sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC), di perbatasan dengan Tiongkok. Sebelumnya, India juga memasang sistem pertahanan rudal di kawasan Ladakh untuk memperkuat militernya.

Di sisi lain, ketegangan antar kedua negara bermula saat Beijing mengklaim bahwa India secara sepihak membangun jalan serta jembatan di wilayah garus perbatasan LAC sejak April. Kemudian pada 6 Mei, pasukan India disebut melintasi perbatasan untuk membangun benteng serta barikade.

Merespons hal tersebut, India mengatakan sejak awal Mei, Tiongkok telah menghalangi pola patroli tradisional India di LAC. Hal itu kemudian menyebabkan bentrok pasukan kedua negara di wilayah perbatasan.

Pada 6 Juni, India dan Tiongkok telah menyepakati deeskalasi di LAC. Kedua belah pihak menyatakan komitmen untuk menghormati dan mematuhi LAC serta tidak melakukan aktivitas yang dapat mengubah status quo.

Namun pada 15 Juni, pasukan India dan Tiongkok kembali terlibat bentrok. Sebanyak 20 tentara dari pihak India dilaporkan tewas. Sementara Tiongkok disebut memiliki 40 korban jiwa. Sama seperti sebelumnya, kedua negara kembali saling tuding menjadi pihak yang melanggar LAC.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts