Kimberly Guilfoyle Pacar Putra Sulung Trump Positif Terinfeksi COVID-19
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kimberly Guilfoyle dinyatakan terpapar corona setelah melakukan tes rutin yang dilakukan terhadap semua orang yang diperkirakan akan melakukan kontak dengan Presiden Trump.

WowKeren - Kimberly Guilfoyle, pacar putra sulung Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19). Kimberly Guilfoyle yang dikenal sebagai mantan penyiar Fox News tersebut diketahui tengah berkencan dengan Donald Trump Jr.

Saat ini, ia langsung diisolasi usai dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Wanita 51 tahun tersebut dinyatakan terpapar corona setelah melakukan tes rutin yang dilakukan terhadap semua orang yang diperkirakan akan melakukan kontak dengan Presiden Trump.


Guilfoyle sebelumnya dilaporkan melakukan perjalanan ke South Dakota untuk menghadiri pidato perayaan kemerdekaan AS oleh Trump pada 4 Juli, dan pesta kembang api di Mount Rushmore.

Dalam sebuah pernyataan kepada New York Times, Sergio Gor selaku kepala staf komite keuangan kampanye Trump, mengatakan bahwa Guilfoyle berada dalam kondisi bak dan ia akan dites ulang untuk memastikan diagnosis karena tak ada gejala yang tampak. Gor juga mengatakan bahwa hasil tes Donald Trump Jr. negatif meskipun kekasihnya terinfeksi COVID-19.

"Sebagai tindakan pencegahan, (Guilfoyle) akan membatalkan semua acara mendatang. Donald Trump Jr. diuji negatif, tetapi sebagai tindakan pencegahan juga mengisolasi diri dan membatalkan semua acara publik," ujar Gor.

Guilfoyle adalah orang ketiga yang dekat dengan presiden AS lag dinyatakan positif COVID-19. Sebelumnya, ada ajudan pribadi Trump dan sekretaris pers wakil presiden AS Mike Pence yang lebih dulu dinyatakan terpapar corona.

Sebagai informasi tambahan, penyebaran virus corona dilaporkan terus meningkat di 37 dari 50 negara bagian AS dalam dua pekan terakhir. Angka penyebaran ini melonjak dua kali lipat, di mana pada awal Juni rata-rata kasus baru harian COVID-19 di AS mencapai 22 ribu per hari.

Di akhir Juni, rata-rata kasus baru harian di AS melonjak menjadi 42 ribu kasus, dan melonjak melebihi 50 ribu kasus sejak awal Juli. Negara bagian Florida jadi yang paling banyak mencatatkan kasus baru.

Disebutkan bahwa hotspot baru virus corona mulai ditemukan dan menyebar dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Tren penularan kasus corona di AS terus meningkat seiring dengan Negeri Paman Sam telah memasuki era new normal, di mana pemerintah federal dan negara bagian telah mencabut serangkaian kebijakan pembatasan pergerakan.

Bahkan ahli penyakit menular AS, Anthony Fauci, mengatakan kepada Kongres bahwa penanganan virus corona di Negeri Paman Sam berjalan ke arah yang salah. Fauci bahkan mengatakan bahwa pemerintah belum bisa mengendalikan penularan virus corona di AS.

Bukan hanya itu, Fauci juga memperingatkan bahwa kasus corona baru bisa bertambah dua kali lipat menjadi 100 ribu per hari jika pihak berwenang gagal mengambil langkah yang tepat dan cepat untuk mengendalikan penularan COVID-19.

Di sisi lain, semakin masifnya pelaksanaan tes corona juga disebut menjadi alasan meningkatnya kasus baru. Namun, dilaporkan pelayanan rawat inap di rumah sakit-rumah sakit AS mulai kewalahan seiring terus bertambahnya pasien COVID-19.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts