Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo dalam wawancaranya dengan presenter Fox News, Laura Ingraham.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 07 Juli 2020 - 13:14 WIB
WowKeren - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menyatakan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan pemblokiran terhadap aplikasi sosial media asal Tiongkok. Salah satunya adalah jaringan sosial media dalam platform video, TikTok, yang kini tengah populer.
Hal ini disampaikan Pompeo dalam wawancaranya dengan presenter Fox News, Laura Ingraham. Awalnya, Pompeo ditanya oleh Ingraham apakah AS harus mempertimbangkan larangan aplikasi sosial media Tiongkok, "terutama TikTok".
"Sehubungan dengan aplikasi China di ponsel orang-orang, saya dapat meyakinkan Anda bahwa Amerika Serikat akan mendapatkan yang ini juga, Laura," tutur Pompeo dilansir CNN pada Selasa (7/7). "Saya tidak ingin mendahului Presiden (Donald Trump), tapi kami mempertimbangkan (memblokir TikTok) itu
Pompeo bahkan menambahkan bahwa warga AS hanya boleh mengunduh aplikasi TikTok "jika ingin informasi pribadi Anda jatuh ke tangan Partai Komunis Tiongkok." Meski demikian, belum diketahui apa alasan di balik rencana Pompeo tersebut.
Namun, pernyataan Pompeo tersebut disampaikan di tengah memanasnya hubungan AS dengan Tiongkok. Ketegangan antara dua negara ini bahkan telah menyebar ke beberapa sektor, termasuk keamanan nasional, perdagangan dan teknologi.
Yang terbaru, AS dan Tiongkok berselisih tentang diberlakukannya Undang-Undang (UU) Kemanan di Hong Kong. AS bahkan telah mencabut status perdagangan khusus Hong Komg. Tiongkok lantas meresponsnya dengan menyebut Hong Kong adalah masalah internal yang tak bisa dicampuri pihak lain.
Di sisi lain, pemerintah India sudah lebih dahulu memboikot 59 aplikasi dari Tiongkok, termasuk TikTok, UC Browser, WeChat, dan SHAREiT. Aplikasi-aplikasi tersebut dianggap menimbulkan ancaman bagi keamanan dan kedaulatan India.
Dilansir dari Reuters, contoh penyalahgunaan itu adalah pencurian data pengguna. Data tersebut kemudian ditransmisikan secara ilegal ke server di luar India. Tindakan itu dianggap membahayakan keamanan dan pertahanan nasional India.
Menanggapi tuduhan India, pihak TikTok memberikan bantahan dan menyatakan bahwa mereka menjaga keamanan data privasi para pengguna. "TikTok terus mematuhi semua persyaratan privasi dan keamanan data menurut hukum India dan tidak membagikan informasi pengguna kami di India dengan pemerintah asing, termasuk pemerintah Tiongkok," tutur mereka pada 30 Juni 2020 lalu.
(wk/Bert)