Pengadilan di wilayah barat Jerman membalikkan putusan yang akhirnya menolak pemberlakuan lockdown untuk wilayah Gütersloh menyusul adanya klaster baru virus corona di sebuah rumah potong hewan.
- Nidya Putri
- Selasa, 07 Juli 2020 - 13:49 WIB
WowKeren - Sejak Juni lalu, Jerman tengah menghadapi ancaman gelombang kedua virus corona (COVID-19). Pasalnya, di salah satu kota muncul klaster baru yang berasal dari rumah potong hewan yang membuat ribuan pegawainya dinyatakan positif corona.
Adanya klaster ini membuat pemerintah setempat melakukan lockdown pada kedua distriknya yaitu Gütersloh dan Warendorf yang terletak di Jerman barat. Pemberlakuan lockdown sendiri hanya bertahan hingga 30 Juni 2020.
Kekinian, pengadilan di wilayah barat Jerman membalikkan putusan yang akhirnya menolak pemberlakuan lockdown untuk wilayah Gütersloh. Putusan pengadilan menyatakan pembatasan ruang gerak masyarakat itu dianggap tidak proporsional.
Sebelumnya seorang individu swasta mengajukan gugatan atas keputusan pemerintah memberlakukan lockdown selama sepekan, namun ditolak. Akan tetapi, setelah lockdown diperpanjang satu Minggu lagi, sebuah perusahaan hiburan di Gütersloh melayangkan gugatan dan pengadilan kali ini berubah fikir.
Pengadilan mengatakan otoritas sudah memiliki waktu untuk memberlakukan lebih banyak target pembatasan gerak. “Pada awal wabah, pengenalan pengetatan aturan gerak untuk distrik Gütersloh bukan hal yang keterlaluan. Otoritas harus punya lebih banyak waktu mengumpulkan informasi untuk memutuskan bagaimana seharusnya bertindak. Akan tetapi, ketika putusan ini dijatuhkan, otoritas seharusnya sudah punya aturan yang lebih bervariatif,” demikian putusan pengadilan, Senin (6/7).
Melansir Reuters, putusan pengadilan itu meragukan sistem lockdown cepat sebagai respon dan lacak jejak orang-orang yang terinfeksi virus corona, yang selama ini diandalkan Jerman dalam memerangi gelombang kedua virus corona.
Seperti yang telah diketahui, sekitar 1.500 pekerja di rumah potong hewan tersebut dinyatakan positif COVID-19. Setelah wabah menyebar, Perdana Menteri negara bagian North Rhine-Westphalia segera memberlakukan karantina wilayah Guetersloh selama sepekan, memberlakukan social distancing di kota yang berpopulasi 100 ribu orang.Bahkan otoritas setempat menutup institusi–institusi budaya demi menghentikan penyebaran.
Akan tetapi, pemerintah federal dan regional telah bergantung pada wewenang pemberlakuan lockdown ketika ada wabah virus corona terjadi sehingga memberikan mereka waktu untuk melacak dan mengisolasi kasus-kasus baru. Strategi keputusan ini dipertanyakan.
(wk/nidy)