Aktivis Lingkungan Greta Thunberg Sumbang 1,6 Miliar untuk Bantu Suku Amazon Hadapi COVID-19
Getty Images
Dunia

Sumbangan ini disampaikan setelah Thunberg dianugerahi penghargaan Gulbenkian Prize dalam bidang kemanusiaan, dengan jumlah hadiah sebesar 1 juta Euro (sekitar Rp16,9 miliar).

WowKeren - Aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, mengumumkan bahwa dia akan menyumbangkan bantuan senilai 100 ribu Euro atau sekitar Rp1,6 miliar untuk memerangi penyebaran COVID-19 di kawasan Amazon, Brasil. Pengumuman tersebut dibagikan secara langsung oleh Greta melalui akun Twitter miliknya pada Senin (20/7) waktu setempat.

Diketahui, pengumuman itu disampaikan setelah Thunberg dianugerahi penghargaan Gulbenkian Prize dalam bidang kemanusiaan, dengan jumlah hadiah sebesar 1 juta Euro atau sekitar Rp16,9 miliar.

Dilansir dari CNN pada Rabu (22/7), sumbangan berupa uang akan disampaikan Thunberg melalui yayasan miliknya, Thunberg Foundation, kepada SOS Amazonia yang dipimpin oleh Fridays for Future Brasil, sebuah organisasi yang membantu memerangi pandemi virus corona di wilayah adat di Amazon.

Bukan hanya di kawasan Amazon saja, Thunberg mengatakan dia juga akan menyumbangkan 100 ribu Euro kepada organisasi Stop Ecocide Foundation. Selain itu, Thunberg mengatakan dia akan menyumbangkan semua uang yang didapatnya dari penghargaan tersebut secara penuh. Namun, dia belum memberikan informasi tentang siapa penerima lainnya.

"Uang (sebesar) 1 juta Euro itu jumlahnya terlalu banyak dari yang saya bayangkan, tapi semua uang itu akan disumbangkan melalui yayasan saya ke berbagai organisasi dan proyek yang bekerja untuk membantu orang-orang di garis depan," kata aktivis iklim tersebut.


"Juga untuk membantu organisasi dan proyek yang berjuang bagi (pembangunan) dunia yang berkelanjutan dan bagi orang-orang yang berjuang menjaga alam dan dunia," tambahnya lagi.

Greta Thunberg sendiri memang menjadi salah satu tokoh publik yang cukup vokal memanfaatkan suaranya untuk mengatasi pandemi COVID-19. Gadis belia tersebut mengatakan pandemi COVID-19 memberi kesempatan kepada negara-negara untuk memilih jalur baru menuju masa depan.

Menurutnya, COVID-19 telah memperlihatkan bahwa satu virus dapat menghancurkan perekonomian dalam hitungan pekan. Greta Thunberg juga menilai bahwa krisis saat ini menunjukkan pentingnya ilmu pengetahuan dalam memerangi ancaman terhadap kemanusiaan.

Sebagai informasi tambahan, Greta Thunberg mulai dikenal dunia pada usia 15 tahun. Setiap Jumat, dia bolos sekolah dan melakukan aksi di depan gedung parlemen Swedia untuk memprotes soal emisi karbon.

Greta melakukan aksinya sendirian. Aksinya kemudian menginspirasi jutaan anak-anak dan remaja di seluruh dunia untuk melakukan hal serupa. Mereka bolos sekolah dan menyuarakan tentang bahayanya perubahan iklim. Aksi global tersebut dikenal dengan Friday for the Future.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!