Iqbaal Ramadhan Bicara Kedewasaan, Ngode Siap Nikahi Zidny?
Instagram/iqbaal.e
Selebriti

Iqbaal Ramadhan kerap disebut-sebut serius ingin menikahi Zidny Lathifa. Menanggapi hal itu, Iqbaal justru membahas tentang prosesnya menuju kedewasaan dan memasuki tahapan baru dalam hidup.

WowKeren - Iqbaal Ramadhan kerap disorot soal kehidupan cintanya. Sayangnya ketika ditanya awak media, Iqbaal selalu berkelit dan menyebut pacarnya banyak.

Namun sempat dikira playboy, Iqbaal sebenarnya tipe artis muda yang serius. Kekasih Zidny Lathifa ini sempat bicara soal kedewasaan usai beredar rumor dirinya bakal menikah muda.

Iqbaal mengisyaratkan kalau ia masih belum siap menuju ke jenjang yang lebih serius seperti menikah. Pasalnya, Iqbaal masih merasa dirinya belum cukup dewasa.

"Menyadari kalau menjadi dewasa itu adalah pilihan, bukan sesuatu yang inevitable seperti menjadi tua. Proses menjadi dewasa itu memang sulit sih, apalagi ketika harus merombak skala prioritas dalam hidup. Belum lagi ketika harus dihadapkan sama situasi dan kondisi yang memaksa saya untuk bertanggung jawab secara penuh atas pilihan-pilihan di hidup saya," kata Iqbaal dalam wawancara bersama whiteboardjournal.com. "Akhirnya belajar kalau semua pasti ada konsekuensinya. Saya sih ngerasa masih jauh (banget) dari menjadi dewasa yang seutuhnya."


"Masih banyak hal-hal yang belum bisa saya sacrifice hanya karena saya ngerasa itu membuat saya senang. Karena memilih untuk menjadi dewasa pun juga gak semudah itu ternyata. Banyak pengorbanan yang harus dilakuin dari segi waktu, emosi, fisik, maupun mimpi (dalam kasus ekstrem)," kata Iqbaal. "Makanya meyakini diri sendiri kalau semua butuh proses benar-benar menenangkan, setidaknya untuk saya kalau lagi mikirin masa depan yang terasa dekat tapi gak keliatan apa-apa."

Iqbaal juga menyadari kalau sosoknya sebagai publik figur tak selalu jadi favorit orang-orang. Namun ia terus mengusahakan yang terbaik.

Lawan main Vanesha Prescilla di seri film "Dilan" itu juga mengakui kalau tak ada orang yang sempurna. Ia merasa beruntung memiliki keluarga atau teman yang selalu mendukung dan mengingatkan jika berbuat salah.

"Saya belajar kalau di hidup ini kita gak bisa ngebahagiain semua orang. Pasti akan selalu ada orang-orang yang gak suka, menolak, atau gak setuju sama pilihan-pilihan yang kita ambil. Tapi, persepsi orang terhadap diri kita di kepala mereka itu bukan tanggung jawab kita. Sama sekali," katanya. "We will always be the villain in someone’s story. Makanya selalu berbuat baik ke diri sendiri dan orang lain itu jadi penting. Dari hal sekecil mengapresiasi acts of service mereka dengan bilang terima kasih atau meminta maaf ketika salah."

"Nah, ini juga penting buat saya di proses adulting. Menjadi dewasa itu mau menerima kesalahan dan mengakuinya," kata Iqbaal. "Sadar kalau manusia tempatnya salah, dan gak mungkin kita bener terus. Itu gunanya teman dan keluarga dan team untuk selalu mengingatkan kalau ada blunder di diri kita, supaya bisa jadi pelajaran dan diperbaiki untuk tidak diulangi."

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts