Rina Nose Kutip Kalimat Dono Warkop Soal Status Sosial Jadi Tolak Ukur untuk Didengar, Bahas Siapa?
Instagram/rinanose16
Selebriti

Rina Nose membagikan sebuah kata-kata mutiara dari almarhum Dono Warkop. Rina tampaknya menyinggung masalah seniman yang dipandang sebelah mata saat mencoba bersuara.

WowKeren - Belakangan, beberapa pelaku seni membuat heboh jagat maya lantaran pendapat dan aksi mereka terkait masalah pandemi Covid-19. Sebut saja yang paling membuat heboh adalah Jerinx SID dan Anji. Melihat fenomena itu, Rina Nose pun sepertinya ingin mencoba memberikan pendapatnya.

Hal itu terlihat melalui salah satu postingan terbaru di akun sosial media miliknya. Dalam kesempatan itu, Rina juga ikut mengunggah kutipan kalimat dari salah satu anggota Warkop DKI, Wahyu Sardono atau yang lebih dikenal sebagai Dono Warkop.

"Status sosial tampaknya menjadi penting dalam kehidupan kita. Siapa yang bicara dan bukan apa yang dibicarakan, masih menjadi gaya hidup kita," bunyi kalimat Wahyu Sardono dalam artikel "Komedi Itu Dewa Kecerdasan" yang dikutip Rina dari @historiadotid pada Selasa (11/8).


Menurut Rina, profesi seniman sangat erat hubungannya dengan segala aspek kehidupan masyarakat. Karena seni merupakan sebuah refleksi dari kebahagiaan, keresahan, rasa kecewa, bahkan kondisi politik dari kehidupan. Karena itu, menurut Rina menjadi tidak masuk akal ketika seniman mendapat protes saat mulai berbicara dan menyuarakan aspirasinya soal suatu permasalahan yang sedang terjadi di kehidupan.

"Seniman atau artis adalah pelaku SENI. Dan SENI itu mencangkup segala aspek kehidupan. SENI juga tidak pernah terlepas dari lingkungan sosial. Karena SENI merupakan refleksi kehidupan. Seniman berkspresi melalui musik/nyanyian, sastra/puisi, tarian, sulap, lukisan, pementasan drama, monolog, pantomin, komedi, film, dan masih banyak aktifitas kreatif lainnya. Dan berbagai karya seni pun selalu mengangkat tema-tema kehidupan. Misalnya tentang kebahagiaan, kekecewaan, keresahan, percintaan, permusuhan, pekerjaan, politik, budaya, bahkan hal-hal yang abstrak sekalipun," tulis Rina.

"Jika seniman diprotes ketika berbicara tentang sebuah peristiwa —karena dianggap tidak relevan— silahkan baca kembali paragraf pertama dan ke-dua," pungkas Rina Nose.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts