Pesimis, Jerman Tarik Laporan Soal Vaksin COVID-19 Tersedia Tahun Ini
Health
Vaksin COVID-19

Institut Robert Koch Jerman (RKI) membantah perkiraan vaksin COVID-19 tersedia pada tahun ini. Disebutkan bahwa kekeliruan ini terjadi ketika kasus baru di Jerman kembali meningkat.

WowKeren - Institut Robert Koch Jerman (RKI) menarik laporan mereka pada Rabu (12/8) yang mengklaim vaksin virus corona (COVID-19) akan rampung dalam waktu dekat. Institusi kesehatan masyarakat ini mengatakan bahwa laporan tersebut terbit karena adanya kekeliruan.

Juru bicara RKI menyebut aporan yang sekarang sudah ditarik dari laman resmi institut tersebut merupakan versi laporan lama yang sedang dikerjakan oleh mereka. Sebelumnya RKI menuliskan bahwa vaksin virus corona dapat tersedia pada awal musim gugur tahun ini.

Laporan yang ditulis dalam bahasa Jerman tersebut menyebutkan bahwa "Proyeksi awal akan produksi ketersediaan satu atau beberapa vaksin akan mungkin terjadi pada musim gugur 2020". Namun, kini RKI membantah perkiraan tersebut. Disebutkan bahwa kekeliruan ini terjadi ketika kasus baru virus corona di Jerman kembali meningkat.

Menteri Kesehatan Jerman, Jehn Spahn, mengimbau warga untuk tetap waspada karena saat ini negara yang terletak di jantung Eropa tersebut melaporkan lonjakan kasus baru harian tertinggi sejak 9 Mei silam.


Selain mengumumkan perihal kekeliruan ini, Spahn juga menyatakan keraguannya atas klaim vaksin baru yang diumumkan Presiden Rusia Vladimir Putin. Sebelumnya beberapa ahli juga menyatakan hal serupa terkait klaim cepat Moskow yang menyatakan telah berhasil memproduksi vaksin virus corona yang diberi nama Sputnik V tersebut.

Sputnik V dikiritik karena Rusia dinilai terlalu memaksakan pembuatan vaksin yang masih dalam proses uji klinis tahap pertama. "Sejauh pengetahuan kami, itu belum cukup diuji," tutur Spahn. Menkes Jerman ini mengimbau agar Rusia berlaku transparan tentang metode penelitian dan pengujian mereka.

Seperti yang diketahui, sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (11/8) mengumumkan bahwa negaranya telah berhasil meregistrasi vaksin virus corona pertama di dunia. Padahal uji coba fase 3 yang biasanya berlangsung selama beberapa bulan dengan melibatkan ribuan responden belum juga tuntas. Namun, Putin menjamin keamanan vaksin tersebut.

Sementara itu, sebagai informasi tambahan, Jerman telah mencatat 222,269 kasus COVID-19 dengan 9,281 kematian yang dilaporkan. Sejauh ini, ada lebih dari 200 ribu pasien yang dinyatakan sembuh dengan kasus aktif sebanyak 12,188 jiwa.

Sedangkan secara global, tercatat ada lebih dari 21 juta kasus COVID-19 di seluruh dunia, dengan 753,467 angka kematian. Ada lebih dari 13,9 juta pasien yang dinyatakan telah pulih sehingga saat ini kasus aktif COVID-19 menyentuh angka 6,415,465 orang.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts