WHO Ungkap Kunci Utama Perangi COVID-19
Health
Pandemi Virus Corona

Kepala program kedaruratan WHO, Mike Ryan, mengatakan persentase yang sangat kecil dari populasi dunia telah terinfeksi virus dan memiliki jalan yang panjang untuk terus menjalar jika dibiarkan.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan kunci untuk memerangi pandemi virus corona (COVID-19) yang kini telah menginfeksi lebih dari 21 juta penduduk dunia.

WHO mengklaim kunci untuk memerangi virus corona adalah dengan menghentikan klaster-klaster menyebar ke transmisi komunitas. Penyataan ini diungkapkan kepala program kedaruratan WHO, Mike Ryan.

Ryan mengatakan, persentase yang sangat kecil dari populasi dunia telah terinfeksi virus dan memiliki jalan yang panjang untuk terus menjalar jika dibiarkan.

Selain itu, WHO juga mencatat bahwa kasus baru COVID-19 saat ini mayoritas berasal dari usia muda dibandingkan lansia. Hal ini diungkap oleh Direktur regional WHO untuk Eropa, Dr Hans Kluge.

Kluge mengatakan bahwa peningkatan infeksi di kalangan kaum muda dapat mendorong lonjakan kasus baru di berbagai wilayah. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang gelombang baru penularan virus corona.


Kluge mengklaim banyak generasi muda yang justru terlena dan menganggap pelanggaran lockdown sebagai momen mereka untuk menikmati liburan dan menggelar pesta. WHO bahkan telah menerima laporan dari otoritas sipil dan kesehatan mengenai proporsi kasus baru yang lebih tinggi di kalangan anak muda.

"Memang kita semua hanya sekali menikmati masa muda. Tetapi lebih mudah bagi orang tua seperti saya untuk tetap tinggal di rumah. Tetapi harus diingat kalau pandemi ini membuat kita berpikir kalau kamu hanya punya kesempatan hidup sekali dan hanya ada satu keluarga," katanya.

Kluge juga mengingatkan agar semua orang tidak berpuas diri apabila kasus COVID-19 di negaranya mengalami penurunan atau pelonggaran lockdown. Ia mengatakan pelonggaran lockdown justru membuat banyak orang terlena dan lebih santai, maka tak mengherankan jika terjadi kenaikan jumlah infeksi.

"Sayangnya orang menafsirkan akhir dari penguncian wilayah sebagai akhir dari wabah. Padahal pelonggaran lockdown merupakan saat ketika Anda harus meningkatkan kewaspadaan," ucapnya memperingatkan.

Saat ini, secara global tercatat ada lebih dari 21 juta kasus COVID-19 di seluruh dunia, dengan 757,495 angka kematian. Ada lebih dari 13,9 juta pasien yang dinyatakan telah pulih sehingga saat ini kasus aktif COVID-19 menyentuh angka 6,391,092 orang.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts